Category: Cerita Pendek


Cerpen: Allah Tidak Diam


oleh Ella – Komala Ahadiati

Ella Komala Ahadiati

“Nanti saja pak, kalau sudah ada pembayaran dari penjualan barang kita, baru ada uang untuk Bapak,” begitu terngiang-ngiang di telinga Pak Soma, ketika ia hendak meminta gaji sebagai kuli angkut kepada majikannya. Pak Soma berjalan pulang dengan wajah yang murung. Langkahnya lunglai, sesekali terantuk batu, yang berserakan di jalan tak beraspal menuju rumahnya. Sudah satu bulan majikannya tak membayar upah yang dijanjikan, sedang ia tahu barang-barang yang diangkut itu sudah dibayar oleh pembelinya kepada majikannya.

Di bawah pohon yang rindang ia berhenti sejenak, terduduk lesu dengan pandangan nanar. Apa lagi yang harus dilakukan, sementara kondisi kesehatan Imah -anaknya- semakin menurun. Pak Soma membuka topi yang warnanya telah kusam, sekusam kulinya yang legam. Diperbaikinya sandal jepit yang telah lepas talinya,  disekanya keringat yang mengucur di pelipisnya. Hari makin panas terik, biasanya setelah panas begini akan turun hujan yang deras. Dipandangnya langit, yang seolah tak menghiraukan penderitaannya.

Baca lebih lanjut

Cerpen: Ketika Aku Terbaring Nanti


oleh Faradina Izdhihary

Faradina Izdhihary

Hari Sabtu ini, seperti juga Sabtu-Sabtu lain beberapa bulan ini. Kau selalu lembur. Hari liburmu praktis tinggal sehari: hari Minggu saja. Seperti anak-anak sekolah saja.

 “Nanti pulang jam berapa, Mas?” tanyaku sebelum melepas keberangkatanmu.

“Sekitar jam 3. Banyak kontrak yang harus kuperiksa dan kuparaf. Kontraktor sudah pada teriak. Maklum tutup tahun. Paling lambat tanggal 12 ini sudah harus kelar,” katamu sambil memakai jaket hitam kesayanganmu.

Kubantu menutup resleting jaketmu, dan kau mencium keningku. Seperti biasa, lembut dan mesra.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: