Rakyat Negeri di Awan

Oleh Azhmy F Mahyddin 

Foto: Istimewa

Menyimak tayangan Sarasehan Anak Negeribertopik “Menyelamatkan Negeri Auto Pilot” di MetroTV (12/01/2012) sungguh membuat senyum tersimpul dengan hati teriris.

Betapa tidak, bila semua debat brilian itu pada faktanya belum tercermin dalam upaya konkret recovery sistem bernegara dan berbangsa. Semua hanya menguap sebagai wacana, tiada berdampak nyata. 

Bila saja dunia ini panggung sandiwara, maka mulai dari produser hingga pemeran figuran semua memiliki kepentingan sendiri, yang mengabaikan kepentingan kesejahteraan rakyat sebagai dasar bernegara dan berbangsa.

Tidak ada koordinasi, konsolidasi, kolaborasi maupun persamaan kepentingan dan tindakan, karena etika, moral dan hukum positif tidak diajak bermain dalam sandiwara ini.

Jadi, bagai tinggal di negeri awan, yang semua tokoh dan pemangku kebijakan adalah khayalan, rakyat kita –kata mereka yang berdiskusi hebat barusan– tidak merasakan adanya sosok pemimpin yang membela kepentingan mereka.

Rakyat hanyalah komoditi politik, yang dibutuhkan hanya pada saat pemilihan maupun penegakan citra flamboyan. Rakyat adalah pelengkap penderita, agar Indonesia dapat dikatakan sebagai sebuah negara. Bahkan rakyat adalah korban, yang selalu harus ditumbalkan bila negara akan ditampilkan sebagai negeri impian.

Lantas, kemana dan dimana kah kita?

……