Resa Prakasa Habe

SARIDIN (1)

“waktu” adalah maya,
ada karena olah manusia,
menjadi keyakinan dengan petanda
dan hari ini adalah pertanda itu
“akhir tahun”


sementara alam raya tidak mengenalnya …

 (RP, Jakarta, 31122011)

SARIDIN (2)

tadi, hari ini


badanku menangis,
lidahku menjilat matahari

(RP, Jakarta, 06122011)


SARIDIN (3)

….

dzate, … yo dzat ingsun …
sifate, … yo sifat ingsun …
asmane, … yo asma ingsun …
af’ale, … yo af’al ingsun …

hingsun pujo soko patemoning ‘tunggal’ …
yo ingsun ‘manungso sejati” …
tetep ‘langgeng” tan keno ‘owah gingsir’ …
ing kahanan jati …

(RP, Jakarta, 08092011)


SARIDIN (4)

…. pagi ini (kala)
dini hari,

“tuhan” (ketertakhinggaan-ada/tiada-imajinasi-ukuran) aku “masukkan” ke dalam folder (ruang) pada Corpus Callosum untuk “kesalehan sosial”

(RP, Jakarta, 31062011)

Penulis adalah mantan Redaktur Artistik Majalah Amanah