AUDY 1

Isbedy Stiawan ZS

setiap aku menyebut namamu
yang terkenang nama yang lain
dan aku tak bisa menahan air mata
jika mendengar suaramu
sebab senyumnya menggali kenanganku

29012011

AUDY 2

betapa kau telah membocorkan
air mataku yang pernah kemarau

suaramu telah membawa
kenangan lama yang lain

senyummu mengingatkan
ciuman yang tak akan hilang

aku ingin kubur wajahmu
tapi wajah dia datang padaku

29012011

AUDY 3

pernah kurobek gambarmu
di dinding kamarnya
tapi kini aku selalu menatapmu
agar dia datang padaku
membawakan rindu-rindu

maka kubiarkan kau bernyanyi
kuikuti setiap kau menari

2012

AUDY 4

kau datang mengantar kenangan
dari nama lain yang pernah kukubur
hingga membocorkan lambung mataku
: apakah akan kuhapus namamu
dari pandangku?

29012012

AUDY 5

sebabmu menemuiku
wajah dia pun kembali terbayang
seperti memainkan senyumku
dan segala kisah menggelombang

aku punguti serpihan ciuman
di antara lariklarik lagu
yang kau lantunkan dengan tangis

kalau aku bercumbu air mata
karenamu mengingatkan aku padanya
sekepas empat tahun?

30012012

AUDY 6

kau telah menggangguku
agar aku mengingatnya lagi
saat kuluruhkan gambarmu
dari dinding kamarnya
dan memintanya melupakan aku

tapi kenangankenangan itu
kembali sebagai ingatan
seperti mengajakku pulang
menjadi remaja…

31012012

AUDY 7

kaulah selalu menemaniku
setiap malam berlengang
menyanyikan kenangan
mengajakku ke wajah silam
sambil kuhitung jejak bibir
setelah menyusun kata
dari lima huruf paling tua
namun kepada kita terdampar
di antara pohon
dan sampan

kaukah yang menemani
malamku tanpa sepi?

31012012

AUDY 8

melepas gerimis
angin kaupeluk
aku memandangmu
dari tempat lain

ah, sesungguhnya
kita pernah bertemu
entah di suatu tempat
yang sudah kulupakan

lalu kini kau datang
kenangan kembali dekat
seperti memelukku

: mencumbu?

01022012

AUDY 9

kau pun menangis semalam *)
karena kenangan masa silam
sepnjang jalan berpegangan
menyisir siang membelai malam

di sini aku menjemput
di sini aku diantar

01022012

*) dinyanyikan oleh Audy

AUDY 10

hanya malam aku mampu
mengubur setiap percakapan

karena malam
segala masa silam
kembali datang

saat tanganmu
ketat di pinggulku
dan aku membaca
setiap rahasia dari Cinta
yang kelak mengukir
di air mata kita

01022012

AUDY 11

bergegas dari simpang ini
sebelum kenangan silam
menetap di matamu
dan menggali air matanya

kau pun akan tersedu
di ombak rindurindu
ketika aku melukis bibirmu
di siang atau dalam bayang

lalu gambar bibirmu itu
kini menjelma jadi tangis
bagai gerimis di dinding kamar

mungkin gambarmu
kembali akan kuturunkan

02022012

AUDY 12

biarlah senyumku
dihapus gerimis
yang tiba subuh ini
jika kau bisa
pergi jauh

MENUNGGU KAWAN
DI STASIUN TANJUNGKARANG

di stasiun tanjungkarang
aku menunggu kawan
tidak untuk pergi
selain mengenang
sebaris ciuman

dan suatu masa silam
pertama rel dibentangkan
sepur dijalankan
lalu kau melambai
setiap kutinggalkan stasiun

2011-2012

MALAM BASAH

malam masih basah
setelah gerimis itu singgah
ketika tiba di stasiun kereta
di kota kenangan yang membesarkan aku
: silam yang hanya serupa bayang
datang dan hilang

malam basah
peron memelukku
tapi terasa anyep
seperti memegang si mati

: apakah aku yang berangkat
dengan kereta paling pagi
tanpa sempat pamit?

Januari-Februari 2012

Isbedy Stiawan ZS, lahir dan besar di Tanjungkarang. Karya-karyanya telah dipublikaikan di berbagai media massa terbitan Jakarta dan daerah. Lebih dari 15 buku cerpen dan puisi telah diterbitkan. Terbaru buku kumpulan puisi Dongeng Adelia dan Kini Aku Datang (Doa di Depan Kakbah) terbitan Siger Publisher-Lamban Sastra, Januari 2012.