From Hero to Zero

Oleh Arbono Lasmahadi

Arbono Lasmahadi

Berita kematian penyanyi tenar Whitney Houston di sebuah kamar Beverly Hotel di Beverly Hills Sabtu, 11 Februari 2012, mengagetkan banyak orang. Betapa tidak, dia wafat di usianya yang masih terbilang muda, 48 tahun. Penyebab kematiannya pun masih misterius, dan menjadi bagian dari penyelidikan Kepolisian Beverly Hills, Los Angeles, Amerika Serikat.

Sebelum berita kematiannya, memang merebak sejumlah berita yang sulit dipercaya kebanyakan orang, khususnya berita tentang spekulasi bahwa Wihitney Houston sudah diambang kebangkrutan alias tidak punya uang. Kabar yang pernah dimuat di dunia maya menyatakan, dia pernah meminjam uang 100 dollar Amerika kepada seorang kawan untuk memenuhi kebutuhannya.

Sesuatu yang tidak bisa diterima akal sehat, untuk seorang Whitney. Di masa jayanya Houston merupakan peraih 6 Grammy Awards, 30 Billboard Awards, 22 American Music Awards, dan dua Emmy Awards. dengan tembang-tembang seperti ‘How Will I Know,” “Saving All My Love for You,” dan “I Will Always Love You.”  Albumnya terjual lebih dari 170 juta keping di seluruh dunia. Jadi, bisa dibayangkan kekayaan yang dimilikinya.

Di samping itu, kebiasaannya mengkonsumsi narkoba membuat karirnya yang gilang gemilang akhirnya sampai ke titik nadir. Suara emas sebagai aset penting bagi dirinya, menjadi rusak akibat kebiasaannya tersebut. Ketika Whitney melakukan pertunjukkan menjelang hari terakhir hidupnya, dia memerlukan istirahat beberapa waktu untuk menyanyikan lagu berikutnya. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya untuk penyanyi sekelas Whitney Houston, yang konon suaranya mampu mencapai ketinggian 3 oktaf. Ini juga terjadi karena dampak penggunaan narkoba yang berkepanjangan.

Whitney Houston (foto: Ist)

Yang terjadi pada Whitney Houston, setali tiga uang dengan yang terjadi pada Michael Jackson. Seorang Jackson yang karirnya gilang gemilang di era 80-an dan 90-an –dengan kekayaannya yang melimpah dari keberhasilannya mencetak jutaan keeping dari album-album yang dikeluarkannya– dapat dikatakan bangkrut di akhir hayatnya. Kematiannya juga tragis karena mengkonsumsi obat-obatan yang berlebihan, agar tetap bisa tampil prima di usianya yang telah memasuki 50 tahun.

Kisah sedih yang menimpa Whitney Houston dan Michael Jackson, dapat terjadi kepada siapa saja. Sejarah juga telah menunjukkan kepada kita, banyak orang terkenal dan berkuasa yang di akhir hayatnya harus tersia-sia dan menjadi cercaan banyak orang, yang mungkin sebelumnya memuja-muji mereka. Sehingga seolah olah mereka yang tadinya Hero pada zamannya, kemudian menjadi Zero di akhir hayatnya.

Sejatinya, apa yang sebenarnya pelajaran yang bisa kita petik dari kisah sedih yang terjadi, baik pada  Whitney Houston maupun  Michael Jackson ?

Peristiwa yang terjadi baik pada Whitney Houston maupun Michael Jackson, sebenarnya sudah diingatkan oleh Nabi Muhammad Saw dalam hadits-nya yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Ibnu Abbas ra:

 “Manfaatkanlah oleh kalian lima perkara, sebelum datangnya lima perkara lainnya.” 

 Yang pertama. masa mudamu sebelum masa tuamu.

Masa muda adalah saat manusia mempunyai kekuatan fisik, semangat dan kesempatan untuk berkarya, yang umumnya lebih baik dibandingkan waktu selanjutnya. Namun masa ini juga dapat menjerumuskan seseorang, bila tidak dimanfaatkan melakukan hal-hal positif. Khususnya dalam beribadah kepada Allah Swt. Masa ini juga dapat digunakan untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi masa tua kelak. Kalau kita merujuk kepada kisah sedih di atas, sebenarnya masa muda kedua mega bintang tersebut cukup gilang gemilang. Mereka mampu menjadi orang terkenal di masa mudanya, dengan kekayaan yang berlimpah. Namun sayangnya, karena mereka tidak mampu memanfaatkan kejayaan  masa muda mereka dengan baik, karena perilaku mereka atau kebiasaan mereka yang tidak baik, membuat mereka tersia-sia di masa tuanya.

 Yang kedua, masa sehatmu sebelum masa sakitmu

Terkadang kita tidak menyadari, harga sebuah kesehatan begitu mahalnya. Kita baru menyadarinya ketika dirawat di rumah sakit, dan melihat tagihan perawatan rumah sakit yang begitu besar. Beruntunglah, seandainya biaya tersebut masih ditanggung perusahaan tempat kita bekerja. Seandainya tidak, bisa dibayangkan berapa banyak uang harus dikeluarkan dari kantung kita sendiri. Jadi sangatlah bijak bila saat sehat, kita mempergunakan dengan sebaik-baiknya untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi diri maupun bagi orang di sekeliling kita, yang mungkin tidak akan mampu lagi dilakukan manakala kita dalam kondisi sakit.  Kita tidak pernah tahu, saatnya penyakit hadir dalam hidup kita. Karena sebagai mahluk yang lemah, cepat atau lambat kita akan menderita sakit. Whitney dan Michael tampaknya tidak menjaga kesehatannya dengan baik, karena kebiasan buruk mereka mengkonsumsi obat-obatan. Akibatnya, mereka menderita penyakit berat saat usia mereka semakin senja. Tragisnya, mereka harus kehilangan hidup di usia yang belum terlalu tua.

 Yang ketiga, masa kayamu sebelum masa fakirmu

Seperti halnya kekuasaan, kekayaan yang kita miliki adalah titipan dari Sang Pemilik Alam Semesta, Allah Swt. Artinya kelak ia akan kembali kepada pemilik-Nya. Sehingga manakala kita diberikan anugerah untuk memiliki kekayaaan (tidak melulu harus harta, bisa juga kedudukan dan ilmu pengetahuan), seyogyanya kita memanfaatkannya dengan baik demi kemaslahatan diri sendiri maupun orang banyak. Misalnya, dengan berzakat atau memberikan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain. Dengan demikian manakala kelak kekayaan tidak lagi dalam genggaman, setidaknya kita pernah memanfaatkannya untuk kebajikan, yang mungkin sulit kita dilakukan saat kita tidak lagi memilikinya.

 Yang keempat, masa luangmu sebelum masa sibukmu

Dalam sebuah hadits Nabi Muhammada Saw bersabda, “Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia menyia-nyiakannya: sehat dan waktu luang.” (HR Bukhari, Ahmad, Tirmidzi, Darimi, dan Ibnu Majah). Hal ini menunjukkan, kita semua mempunyai potensi untuk menyia-nyiakan waktu luang yang dimiliki dengan melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat atau memberikan nilai tambah (add value). Akibatnya ketika kita mulai terjebak kepada kesibukan kerja yang tiada hentinya, banyak hal baik yang semestinya dapat dilakukan di saat senggang (misalnya bersilaturahim), sulit kita lakukan. Sesal kemudian, mungkin tiada guna. Karena itulah penting untuk diingat, agar waktu luang yang kita miliki –sekecil apapun– sejatinya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena kita tidak akan pernah tahu saat datangnya kesibukan.

Yang kelima, masa hidupmu sebelum kematianmu

Sebagai mahluk hidup, kita harus menyadari bahwa kematian adalah takdir yang tidak dapat kita hindari. Dia bisa datang kapan saja, dan tidak harus menunggu tua. Tidak jarang pula kematian datang secara mendadak dan tidak terduga. Kisah sedih di atas memang membuktikan kalimat tersebut. Siapa yang menyangka, Michael Jackson harus kehilangan hidupnya di usia 50 tahun. Siapa pula yang menyangka, Whitney Houston harus meninggalkan dunia yang fana ini di usia yang lebih muda lagi, 48 tahun. Kalau kita melihat kebanyakan orang di negara maju, tingkat harapan hidup mereka relatif cukup tinggi. Menurut catatan rata rata usia harapan hidup di Amerika Serikat adalah 81.73 tahun. Jadi secara rasional, seharusnya Michael dan Whitney dapat hidup lebih lama lagi. Tapi itulah takdir, yang tidak mengenal ukuran rasional.  Tiada yang pernah menyangka, mereka harus meninggalkan kehidupan ini lebih cepat dari kebanyakan orang di negaranya.

Sebagai orang yang menyukai lagu-lagu yang pernah dinyanyikan oleh Whitney Houston maupun Michael Jackson, kepergian mereka tentunya merupakan berita yang menyedihkan. Kesenangan dan kebahagiaan yang pernah dihadirkan mereka lewat lagu-lagu mereka yang riang maupun yang mendayu-dayu, tentunya tidak akan terulang lagi. Namun demikian, kepergian mereka semoga dapat memberikan pembelajaran yang baik, buat saya khususnya dan mungkin buat kita semua. Bahwa kejayaan dan kekayaan itu, sekali lagi hanyalah titipan saja. Kapan pun akan dapat hilang dari genggaman kita. Di dalam hidup,  kita  dapat memilih  menjadi “Hero”, dan insya Allah terus menjadi “Hero”, seandainya kita mampu memanfaatkan kejayaan dan kekayaan yang dimiliki dengan cara yang baik dan untuk tujuan yang baik. Atau dari “Hero” menjadi “Zero,” bila kita menyia-nyiakan kejayaan dan kekayaan yang kita miliki.

Semoga tulisan sederhana ini dapat mengingatkan saya untuk terus memperbaiki diri, agar menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Semoga pula bermanfaat bagi para pembaca. Semua hal yang baik di dalam tulisan ini, pasti datang dari Allah Swt, dan segala kekurangan pasti berasal dari kelemahan saya.

(Jakarta, 13 Februari, 2012 – Pk. 20.25)

Sumber Tulisan:
–       Abdur Rosyid  – Manfaatkan lima perkara – Menaraislam.com
–       Berita seputar kematian Whitney Houston di Detik.com & yahoo.com

* Penulis alumni Pasca Sarjana Psikologi Universitas Indonesia,
saat ini sebagai Praktisi Sumber Daya Manusia , Penulis dan Pelatih Lepas.