Roket Air yang Gagah

Oleh Muhammad Fahmi

Muhammad Fahmi

Ketika seorang anak terlalu asik bermain dengan komputer, sudah waktunya mengajaknya ke lapangan. Jika mengajak berolah raga –bermain bola, misalnya- tentu sudah biasa, padahal dapat juga menerapkan sains sambil bermain. Bahan-bahan atau peralatannya mudah diperoleh, tinggal tergantung orangtua maukah menyediakan waktu untuk membuat karya sains bersama kita, anak-anaknya.

Karya sains yang sederhana -tapi menarik buat anak- cukup banyak. Salah satunya Roket Air. Bagi yang belum mencobanya, pasti akan menarik. Bahan-bahan untuk Roket: Botol pelastik ukuran 1,5 Lt., nozzle (pipa semprot), karton untuk membuat sirip, lem kayu atau dobel tip untuk menempelkan sirip, dan air.

Membuat Peluncur Roket Air

Di sini kesenangan dan kebersamaan itu dimulai, bagaimana membuat Roket yang ‘gagah’ dengan memberinya sirip pada posisi yang tepat. Jika perlu mengecatnya dengan warna yang sesuai dengan Roket, menutupnya dengan nozzle, kemudian mengisi air dan memompa udara ke dalamnya.

Sebelum memompa udara dengan pompa ban, kita buat peluncurnya. Dibutuhkan 1 batang pipa pralon, lem PVC, barometer dan pentil ban. Barometer untuk mengukur tekanan udara, kita cukup mengisi udara hingga 3 bar. Pengerjaannya memang perlu teliti, agar tidak bocor –baik di peluncur maupun di Roket-nya.

Beberapa hal yang berhubungan dengan keamanan perlu diperhatikan, seperti ketika memompa dan melepaskan Roket. Jangan sampai membahayakan, bagi yang memegangnya maupun yang menonton.

Daya jangkau Roket ini bisa melesat hingga 20 meter dengan kecepatan tinggi, meski hanya sekitar 2 gelas air saja yang disemburkannya. Karena itu, perlu kehati-hatian. Pegang yang kuat, cari posisi yang aman dan berada di lokasi yang cukup lapang.

Kelelahan ketika membuat Roket dengan peluncurnya seolah terbayarkan, ketika Roket melesat dengan sempurna. Di sisi lain, orangtua dapat menyisipkan pengetahuan Fisika dan berbagai fungsi peralatan –seperti barometer. Juga fungsi asesoris Roket, seperti alasan adanya sirip, keharusan untuk dipasang pada posisi dengan benar, dan lain sebagainya.

Sekali lagi, bermain sambil belajar sains banyak macamnya, Tinggal kembali pada orangtua, bersedia kah memberi waktu dan sedikit repot untuk kita, anak-anaknya..?