Hidayah Menguat, Sean Stone pun Ber-syahadat

Sean Christopher 'Ali' Stone

Sean Stone, anak sutradara kondang Oliver Stone, memutuskan untuk masuk Islam di Iran. Pada Selasa waktu Iran, 14 Februari 2012, Stone memutuskan masuk Islam dan mengucap dua kalimat syahadat. “Saya ucapkan kalimat, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.”

Setelah itu, dia mengubah namanya menjadi Sean Christopher Ali Stone. Lulusan Princeton University, Amerika ini, memutuskan setelah itu ia akan membaca Al-Quran dan hidup di tengah-tengah ummat Islam. “Saya percaya bahwa Muhammad adalah Nabi, yang juga diakui agama lainnya,” ujarnya.

Pemuda 27 tahun itu, mengucapkan syahadat di tengah kesibukannya membuat film dokumenter tentang “Jalaludin Rumi“, seorang penyair mistis. Sebelumnya, ia terlibat dalam 12 film yang disutradarai ayahnya. Sean Stone memilih menjadi penganut Syiah. “Menjadi Muslim berarti saya telah menerima Muhammad dan para nabi lainnya,” ujar Stone di Isfahan, Iran, tempat upacara konversi dilakukan.

Terkejut dengan Reaksi Orang

Sejak kembali ke Amerika Serikat, anak sutradara lawas ini dikecam banyak orang. Kata Stone, dia dimusuhi karena masuk Islam. “Saya terkejut dengan reaksi orang-orang,” kata Stone di situs Farsnews.com, Senin, 20 Februari 2012. Dia tidak pernah menduga akan mendapat beragam tudingan dan fitnah. “Karena saya masuk Islam, mereka memperlakukan saya layaknya penjahat. Saya tidak sadar bahwa Islamofobia begitu kental di Amerika,” ujarnya.

Salah satu penggalan adegan "Jalaludin Rumi"

Karena meninggalkan Kristen, orang-orang menuduh Sean Stone berasal dari keluarga yang manja. Di antara mereka juga ada yang menyatakan, dirinya tersesat dan tengah mencari jati diri. “Itu semua konyol,” ujar Stone. Dia tidak peduli terhadap beragam pernyataan itu.

Menurut Stone, dia hanya ingin membuka dialog tentang agama. Apalagi di dunia Barat ada Islamofobia atau ketakutan terhadap agama Islam dalam masyarakatnya. “Padahal Islam bukan agama kekerasan.” Menurut Stone, jika dia bisa membuka perdebatan tentang agama dan menciptakan pemahaman yang sama, “Semua yang saya lakukan tidak akan sia-sia.”

Benar, bahkan banyak pihak yang bersyukur. Termasuk sejumlah media yang menurunkan berita itu, dengan ungkapan alhamdulillah, Rabu (15/2).

Ayah Tidak Keberatan

Kepada The Washington Post, Stone mengatakan dia lahir dan besar di keluarga Yahudi, serta dibaptis dalam ajaran Kristen. Ketika besar, Stone mendapat beragam ajaran mengenai Kristus, Perjanjian Lama Yahudi, dan Al-Quran. Hidayah menguat, Sean Stone pun ber-syahadat. “Dari semuanya, saya percaya jika Allah hanya ada satu, meski orang menyebutnya dengan nama berbeda-beda. Dan Dia menciptakan semua bangsa serta agama,” ujarnya.

Oliver Stone sendiri tidak berkeberatan dengan keputusan Sean memeluk Islam. Dia malah menyambut baik kepindahan Stone itu. “Kata ayah, Allah menyertaimu. Dia mengerti kalau saya mencoba menjembatani kesenjangan antar ummat beragama,” katanya.

Teheran Times melaporkan, dia mengikrarkan keislamannya di Isfahan, di kantor ulama Syiah Ayatollah Mohammad Nasseri Dowlatabadi.

Pembela Ahmadinejad

Sean Stone berada di Iran sejak awal bulan ini untuk sebuah acara apreasiasi film Hollywood yang dihadiri Ahmadinejad. Sean Stone juga tercatat sebagai pembela Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad.

Selain film terbarunya tentang “Jalaludin Rumi“, Sean Stone sebelumnya telah terlibat dalam 12 film yang disutradarai ayahnya. Ia juga  pernah tampil dalam film “Wall Street: Money Never Sleeps” (2010), “Nixon” (1995), dan “JFK” (1991). Penghargaan Oscar diperolehnya untuk film “Midnight Express” (1978).  Lainnya adalah sebagai kategori Sutradara Terbaik, dalam film “Platoon” (1986) dan “Born on the Fourth of July” (1989).

Sean bukan selebriti terkenal pertama yang masuk Islam. Penyanyi Inggris dan penulis lagu Cat Stevens masuk Islam pada 1977 dan mengadopsi nama Yusuf Islam. Petinju terkemuka Muhammad Ali (lahir Cassius Marcellus Clay, Jr) juga masuk Islam pada 1964.

(azhmyfm, dari berbagai sumber)