Maskun Iskandar

Feature Itu
Tulisan yang Gurih dan Renyah (3)

(Seri 4)

Oleh Maskun Iskandar

======================

Pokok Bahasan Lanjutan:

4. Jenis-jenis Feature

5. Kesimpulan

======================

4. Jenis-Jenis Feature

Dilihat dari segi isi, feature dapat dibagi menjadi beberapa jenis:

1. Feature latar belakang

Kisah masa kecil Michael Jackson merupakan feature latar belakang. Feature tersebut mengungkap latar belakang sesuatu. Misalnya, latar belakang mengapa Jacko senang kepada anak laki-laki. Barangkali hal itu sebagai penebus masa kecilnya yang hilang.

2. Feature Kisah Sukses

The business story,” demikian istilah yang dipakai oleh Edward Jay Friedlander dan John Lee (Feature Writing for Newspapers & Magazines). Contoh: kisah pengusaha ternama, Bob Sadino, yang memulai usaha secara kecil-kecilan, yakni menanam kangkung di rawa sewaktu Kemang, Jakarta, masih berupa kampung berawa-rawa. Berkat kegigihannya ia menjadi peternak besar. Agar selalu ingat semasa miskin, Bob Sadino kini senantiasa memakai celana pendek dan baju yang tangannya   berumbai-umbai tanpa jahitan.

3. Feature Penjelasan atau Penerangan

Feature yang menjelaskan atau menerangkan cara kerja atau proses sesuatu. Umpamanya, hidroponik: bertani tanpa tanah, tetapi panen melimpah. Bagaimana perencanaannya, apa yang harus dipersiapkan, bagaimana memulainya, peralatan yang diperlukan, berapa biayanya, bagaimana hasilnya, dll.

4. Feature Panduan (How-to Feature)

Panduan membuat atau melakukan sesuatu. Misalnya, cara membuat meja belajar, menanam anggrek, memilih durian, dll. Tulisan seperti ini sebaiknya berdasarkan petunjuk ahli dan disertai foto atau ilustrasi agar kita tidak menggurui pembaca. Pastikan bahwa yang kita tulis itu merupakan hal baru bagi pembaca.

5. Feature Penemuan

Thomas Alva Edison

Penemuan-penemuan terbaru selalu menarik untuk dibaca. Selain itu juga tetap asyik dibaca kisah di balik penemuan lama.  Umpamanya cerita kegigihan Thomas Alva Edison yang melakukan percobaan sampai lebih dari 8.000 kali  untuk menemukan alat penyimpan strum.

6. Feature Medis

Feature perjuangan melawan penyakit. Misalnya, dokter angkat tangan tidak dapat menyembuhkan kanker yang diderita pasiennya. Ia menyarankan agar pasien berobat ke Negeri Belanda yang memiliki peralatan lebih lengkap ketimbang di Indonesia. Namun, tak kunjung sembuh. Biaya sudah keluar banyak. Perhiasan dan rumah habis dilego. Lalu, sang istri dengan segala ketelatenan merawat sendiri sang suami  lewat pola makan. Alhamdulillah sembuh, meski tidak pulih benar.

 7. Feature Bilangan (The Number Feature)

 Anda memerlukan seorang ahli. Pakar apa pun. Wawancarailah di bidang keahliannya. Setelah bahan tulisan terkumpul, Anda menderita bingung dari mana memulai tulisan. Jangan bingung dulu. Cobalah pikir-pikir. Boleh jadi Anda akan menemukan angka yang mengesankan. Umpamanya, 10 kiat berhemat, 5 langkah menuju cantik, 12 cara efektif mendidik anak, dll.

8. Feature Pekerjaan Aneh

Boleh jadi tidak banyak pekerjaan yang ganjil. Akan tetapi, bila kita rajin mencari informasi, siapa tahu beruntung. Majalah Intisari, misalnya, pernah menulis mengenai sarjana lepasan Institut Pertanian Bogor yang keluar masuk hutan di Sumatra mencari harimau. Bila menemukan, harimau itu  dibius. Dibersihkan kutunya. Kemudian dilepas. Ia khawatir harimau sumatra akan punah seperti harimau jawa. Salah satu penyebab kematian harimau adalah caplak (kutu) yang bisanya membawa maut.

9. Feature Tinjauan Umum (Overview Feature)

Tulisan ini memerlukan keterampilan mengutak-atik angka dan kepiawaian menganalisis. Umpamanya, kita memperoleh dari kepolisian data kriminal dalam setahun terakhir. Buatlah suatu tinjauan umum kejahatan apa saja yang terjadi, di wilayah mana, pada tingkat sosial ekonomi seperti apa, modus terbaru, dan seterusnya. Ada kemungkinan Anda mendapatkan hal yang tak disangka-sangka.

10. Feature Partisipasi

Sebagaimana dikatakan oleh Williamson (definisi di halaman 3) feature itu suatu kreativitas. Kreatif dalam mencari bahan tulisan, kreatif pula menulisnya. Taruhlah Anda diminta membuat feature tentang penjaga mercusuar. Tulisan Anda akan kering manakala hanya menyebutkan data dan fakta.  Sebaliknya tulisan Anda akan hidup dan bertata warna, jika Anda kreatif. Misalnya,  tinggallah di situ barang beberapa hari. Anda akan merasakan bagaimana suka duka hidup di tempat terpencil bersama para penjaga mercusuar.

 11. Feature Profil

Feature ini termasuk yang disukai oleh pembaca. Yang terpenting dalam hal ini kita harus menemukan keistimewaan orang yang akan kita profilkan itu. Misalnya, apakah pengalaman hidupnya yang dramatis, idenya yang cemerlang, kepribadiannya yang memikat, hasil karyanya yang hebat, dan sebagainya.

Kegagalan feature ini biasanya karena miskin data. Oleh karena itu, lakukanlah wawancara berulang-ulang. Gambarkan keadaan fisik dan karakternya. Wawancarai pula orang-orang yang mengenalnya. Kumpulkan bahan tulisan dari literatur. Dengan demikian, pembaca akan memperoleh gambaran yang utuh menyeluruh.

12. Hobi

Cerita tentang hobi biasanya menarik. Jika seseorang menggemari sesuatu, yah, segala hal dia lakukan. Saya mempunyai kenalan yang mengoleksi uang kuno khusus zaman VOC. Betapa tidak mudah, tetapi ia akan mencarinya ke mana pun.

Ada juga orang yang mempunyai hobi aneh: mengoleksi peti mati.

 13. Feature Berita

Suatu berita yang aktual dapat kita kembangkan menjadi feature. Umpamanya, peristiwa bencana alam atau kejadian besar lainnya.

14. Bright

Feature pendek. Hanya beberapa alinea. Isinya suatu human interest. Bisa menyangkut orang ternama atau orang biasa yang mengalami kejadian yang menyentuh hati, mengharukan, menggelikan, dll. Misalnya,  seorang menteri tepergok makan soto di kaki lima.

15. Feature Sejarah

Setiap tahun peristiwa bersejarah diperingati, entah itu HUT Proklamasi Kemerdekaan RI, hari Kartini, hari Ibu, Sumpah Pemuda, ulang tahun suatu kota, peringatan 100 tahun suatu gunung meletus,  atau lainnya. Memperingati Sumpah Pemuda, misalnya, kita dapat menulis tentang pemilihan bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia. Mengapa bukan bahasa Jawa yang dipilih, padahal penutur bahasa tersebut waktu itu berjumlah 40 juta orang (60% dari jumlah penduduk Indonesia). Mengapa bukan bahasa Sunda dengan 20 juta penutur? Mengapa justru bahasa Melayu yang jumlah penuturnya hanya satu juta orang?

Kita juga dapat menulis kisah di balik sejarah semacam cerita tentang Raja Albania, Ali Pasha.

KESIMPULAN

Tujuan membuat feature:

  • Menyampaikan informasi
  • Memperluas wawasan dan pengetahuan
  • Menyalurkan aspirasi
  • Melakukan kontrol sosial

Cara penyampaian:

  • Menjelaskan
  • Menafsirkan
  • Memaparkan
  • Mengungkapkan

Bahan:

  • Ide atau pendapat
  • Peristiwa atau kejadian
  • Permasalahan

Cara memperoleh bahan:

  • Bacaan
  • Wawancara
  • Liputan
  • Pengamatan

Sifat:

  • Awet, tak terikat waktu (timeless)
  • Human interest
  • Kreatif
  • Kadang subjektif

Struktur:

  • Variatif

Bahasa:

  • Ringkas
  • Jelas
  • Sederhana
  • Bergaya

PENUTUP

Tampaknya telah terjadi siklus 40 tahunan terhadap media cetak, terutama koran.

Empat puluh tahun pertama:

Pada tahun 1920-an eksistensi surat kabar terancam. Ketika itu perekonomian dunia masih limbung terpukul oleh akibat Perang Dunia I. Pada saat itu koran terhuyung-huyung ditohok oleh radio yang membuat terobosan baru: menyiarkan berita. Maka, koran pun kalah bersaing.

Empat puluh tahun kedua:

Televisi kian inovatif. Selain tampil dengan warna memukau dan siaran langsung lewat satelit, televisi juga mulai menyiarkan berita secara teratur. Koran kelabakan jadinya.

Empat puluh tahun ketiga:

Saingan datang dari dunia maya. Internet menyajikan berita.

Kelak, 40 tahun lagi (2040), “Jika tidak melakukan teroboson radikal dan inovatif, lonceng kematian surat kabar akan berdentang,” demikian diramalkan oleh Philip Meyer, guru besar jurnalisme pada Universitas Missouri, Amerika Serikat, dalam buku The Vanishing Newspapers: Saving Journalism in the Information Age.

Permasalahannya sama seperti yang terdahulu: koran ditinggalkan oleh pembaca.

Pembaca memperoleh berita lebih cepat dari media elektronik. Koran tidak dapat menandingi. Koran mapan oplahnya menurun, koran kelas menengah terengah-engah, koran yang lemah berguguran. Keadaan inilah yang sedang terjadi sekarang. Ini persoalan serius. Ini gawat.

Dapatkah media cetak diselamatkan?

Sejak ancaman siklus 40 tahun pertama banyak orang meramalkan bahwa koran hanya akan tinggal kenangan. Pada kenyataannya surat kabar tetap bertahan. Apa sebab? Ya, karena selain berita, ada feature.

Mengapa feature?

Yang gurih dan renyah. Manusia itu tak pernah puas. Selalu ingin lebih. Misalnya, makanan. Ingin lebih mengenyangkan, lebih enak, lebih gurih, lebih renyah. Begitu pula halnya dengan tulisan. Mereka memang telah memperoleh berita lewat media elektronik. Akan tetapi, mereka ingin lebih. Yang lebih itu antara lain ada pada feature. Itulah sebabnya koran masih tetap bertahan dan tidak lenyap didepak oleh kemajuan tekonologi elektronik.

Namun, tidak mudah membuat feature karena diperlukan persyaratan sebagai berikut:

  • Berbeda dengan berita, pada  feature kita dituntut untuk lebih jeli lagi mencari ide yang tepat, memilih topik yang menarik, dan angle yang pas.
  • Kita harus pandai-pandai menyelami keinginan, kebutuhan, dan kepentingan pembaca.
  • Tidak kalah pentingnya adalah kepekaan membaca tanda zaman: gejala apa yang sedang ngetren atau persoalan apa yang sedang berdenyut di masyarakat.
  • Feature lebih menonjolkan aspek kemanusiaan. Segi human interest  merupakan kelebihan feature ketimbang berita. Oleh karena itu, rasa kemanusiaan kita harus tebal dan kental.
  • Untuk menulis berita kita dituntut intensif mencari bahan tulisan. Lebih-lebih lagi untuk penulisan feature yang umumnya lebih panjang, lebih mendalam, dan lebih luas dibandingkan dengan berita.
  • Seninya membuat feature adalah perhatian yang lebih terhadap detail-detail yang tampaknya hanya soal kecil, tetapi sesungguhnya menarik.
  • Kita juga dituntut untuk lebih mahir lagi berbahasa. Entah itu menguasai banyak perbendaharaan kata, pandai merangkai kata, memilih kata yang tepat, menyusun kalimat, cermat menuliskan ejaan, dll.
  • Penulisan feature lebih dekat pada sastra. Menyukai sastra akan sangat membantu kita.
  • Yang ini mutlak: gemar membaca.

Memang berat, tetapi begitulah bila ingin selamat.

=============================================================================================

Bahan bacaan:

The New Book of Knowledge, Grolier Inc., 1980. vol 4

Victoria Neufeld, ed, Webster’s New World Dictionary, Webster’s New World, New York, 1986

Pusat Bahasa,  Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pusataka, 1994, Jakarta

Daniel R. Williamson, Feature Writing for Newspaper, Hastings House, New York, 1973

=============================================================================================

Penulis adalah mantan Redaktur Pelaksana Majalah Amanah
dan kini menjadi Pengajar di Lembaga Pers Dr. Soetomo