Kompor Hemat BBM

Oleh Ella – Komala Ahadiati

(Baca juga: Langkah Pengetatan Anggaran)

Ella - Komala Ahadiati

Ketika DPR mem-voting penundaan kenaikan harga BBM Sabtu (31/3/2012) dini hari, harga-harga sudah terlanjur melambung tinggi. Bahkan mungkin esok akan terus meroket. Tak pelak lagi masyarakat mesti mengambil langkah-langkah penghematan di sana sini. Kenaikan harga tentu saja bukan hanya pada BBM, tapi akan merambat ke berbagai kebutuhan primer sampai tertier, dari soal ‘perut’ sampai ke ‘jepit rambut’.

Briket Batubara

Namun yang namanya harga BBM yang terus merangkak naik seiring menipisnya BBM dunia sudah diprediksi berbagai kalangan sejak lama, bahkan oleh pengusaha kecil seperti Haji Cecep dari Tasikmalaya Jawa Barat yang pada era Soeharto pernah mendapat penghargaan Kalpataru karena bahan bakar Briket Batubara-nya yang bisa dimanfaatkan oleh rakyat kecil guna menanggulangi mahalnya BBM terutama untuk urusan dapur.

Haji Cecep

Kini Haji Cecep telah pula membuat kompor yang ia namakan Kombaka (Kompor Bahan bakar Kayu & Batok Kelapa), menurutnya kompor ini dapat menghemat pemakaian kayu bakar hingga 50%. Kompor ini di desanya bisa dijual dengan harga antara Rp. 80.000 – Rp. 100.000. Semula bahan bakar yang digunakan adalah briket batubara yang ia buat di pabriknya. Namun kini masyarakat di sekitarnya lebih banyak menggunakan kayu bakar, karena lebih mudah didapatkan, nyaman digunakan dan murah. Selain kayu bakar masyarakat pun banyak yang menggunakan briket arang yang sudah banyak dipasarkan. Briket arang lebih nyaman digunakan karena tidak berbau dan untuk masyarakat perkotaan lebih mudah didapatkan.

Kompor Briket Hemat BBM

Kompor ini memang memiliki kelemahan seperti pada proses pembakaran, tidak seperti kompor gas atau listrik, api dari briket arang atau kayu bakar dan batok kelapa tidak dapat begitu saja dimatikan. Apabila kayu bakar atau briket arang yang menyala diperciki air untuk mematikannya maka akan menimbulkan kerusakan pada kompor terutama menimbulkan karat. Maka perlu perhitungan ketika akan memasak, seperti berapa jumlah kayu bakar atau briket arang yang akan digunakan. Tapi ada pula cara lain seperti mencapit kayu bakar atau arang yang terbakar tersebut ke luar dan mencelupkannya pada wadah berisi air, jika anda tidak mau membiarkan kompor tetap menyala.

Kompor Briket (Tampak atas)

Kelebihan kompor ini sudah tentu hemat energi, dari beberapa rupiah saja kayu bakar, briket batubara atau briket arang yang digunakan anda akan jauh lebih menghemat pengeluaran untuk bahan bakar. Untuk usaha katering atau masakan yang membutuhkan bahan bakar lebih banyak, penggunaan kompor ini sangat menghemat biaya, ataupun bila menggunakannya di rumah, kita tak perlu pusing lagi dengan mahalnya harga bahan bakar untuk sekedar memasak..

Penulis adalah Mantan Redaktur Majalah Amanah

Iklan