Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Oleh Taruna Ikrar, MD, Ph.D.

Segala puji bagi Allah, yang telah memerintahkan untuk berpuasa, sebuah studi baru menunjukkan bahwa puasa dapat membantu memerangi pertumbuhan sel kanker. tentu penelitian ini akan menambah mantapnya keyakinan kita yang berdasar pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bahwa:  “Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan (jasad) ialah puasa.” (HR. Ibnu Majah).

Bagi Penderita Kanker

Para Ilmuwan melaporkan, penelitian awal pada tikus yang memiliki penyakit kanker menunjukkan bahwa berpuasa dapat melemahkan tumor dan membantu kerja kemoterapi menjadi lebih baik. Penelitian pada tikus dengan kanker menunjukkan bahwa puasa dapat melemahkan tumor dan membantu proses kemoterapi jauh lebih baik. Meskipun masih belum diketahui apakah pendekatan yang sama dapat bekerja pada manusia, atau bahkan aman, peneliti mengatakan temuan ini bermanfaat untuk meningkatkan respon terhadap pengobatan kanker.

Dalam percobaan tikus, “kombinasi dari siklus puasa ditambah kemoterapi jauh lebih efektif daripada hanya kemoterapi saja,” kata penulis senior, Valter Longo, profesor ilmu usia lanjut dan ilmu biologi di University of Southern California (USC). Longo dan rekan-rekannya sebelumnya menerbitkan temuan tahun 2008 yang menunjukkan bagaimana puasa melindungi sel-sel normal terhadap kemoterapi dalam sebuah studi yang terfokus pada satu jenis kanker dan obat kemoterapi tunggal.

Kanker payudara

Penelitian terbaru memperluas penelitian yang menunjukkan bahwa puasa membuat sel-sel kanker lebih rentan, dan menguji beberapa jenis kanker yang berbeda pada tikus. Jenis kanker yang dipelajari meliputi kanker payudara, melanoma (kanker kulit yang berasal dari sel-sel penghasil pigmen), glioma (jenis tumor yang dimulai di otak atau tulang belakang) dan human neuroblastoma (tumor/kanker yang terjadi di masa kecil).

Semua studi kanker menunjukkan bahwa puasa yang dikombinasikan dengan kemoterapi meningkatkan kelangsungan hidup, memperlambat pertumbuhan tumor dan/atau membatasi penyebarannya. Studi ini muncul dalam jurnal Science Translational Medicine. “Kami tidak tahu apakah itu efektif pada manusia,” kata Longo, seraya menambahkan bahwa saat ini puasa “terlarang” untuk pasien kanker, meskipun mereka dapat bertanya pada dokter mengenai kemungkinan untuk melakukannya.

Pada tahun 2010, studi yang dilakukan pada 10 penderita kanker yang mencoba siklus puasa dengan terapi obat menunjukkan bahwa mereka merasakan lebih sedikit efek samping dari kemoterapi, menurut data yang dilaporkan sendiri. Studi ini dipublikasikan di jurnal Aging. Hasil dari percobaan fase 1 menunjukkan keamanan berpuasa dua hari sebelum dan satu hari setelah kemoterapi pada pasien kanker payudara, saluran kemih dan kanker ovarium, yang dilakukan di USC, telah diajukan untuk dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Society of Cancer Oncologists akhir tahun ini.

“Sebuah cara untuk mengalahkan sel kanker mungkin tak bisa langsung membunuh mereka secara khusus tapi dengan membentuk lingkungan yang ekstrim, seperti puasa dimana sel-sel normal dapat merespon dengan cepat,” kata Longo.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahi kita amalan-amalan ibadah yang selalu dicintai oleh-Nya. Karena hanya Allah yang memberi taufik. Segala puji bagi Allah yang dengan segala nikmat-Nya setiap kebaikan akan menjadi sempurna.

Untuk Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga dada, dan di balik tulang dada/sternum. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri. Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma. Lapisan pertama menempel sangat erat pada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, hal ini untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa secara konstan oleh jantung

kesehatan jantung

Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi empat ruang yaitu Ventrikel (bilik kanan dan kiri) dan Atrium (Serambi kanan dan kiri). Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik. Selanjutnya bilik kiri dan pembuluh darah besar atau aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

Berbagai jenis penyakit jantung dan pembuluh darah yang telah menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Beberapa jenis penyakit tersebut, seperti; penyakit jantung koroner, penyakit tekanan darah tinggi (Hipertensi), Hipertensi Jantung (Hipertention Heart Disease), Ventrikel fibrillation, Stroke, dan banyak lagi jenis penyakit degeneratif jantung lainnya.

Umumnya penyakit-penyakit tersebut, disebabkan karena hiperlipidemia (kelebihan lemak darah), hiperkolesterolemia (Kelebihan kolesterol darah) yang bersifat kronis, serta lama-kelamaan akan membentuk deposit didalam dinding pembuluh darah, dan akhirnya menyebabkan kekakuan pembuluh darah tersebut, bahkan dapat terjadi penymbatan pembuluh darah, sehingga berakibat tekanan pada pembuluh darah meninggi yang disebut hipertensi.

Bagi penyakit kardivaskuler, tidak ada penanggulangan yang lebih baik selain mencegahnya. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbaiki gaya hidup sehat, melaksanakan pola makanan yang sehat (memperbanyak makan makanan berserat dan bersayur, serta tidak makan berlebihan makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi), serta dilanjutkan dengan olah raga atau aktivitas yang teratur.

Berpuasa akan melatih seseorang, untuk hidup teratur, serta mencegah kelebihan makan. Menurut penelitian, puasa dapat menyehatkan tubuh, sebab makanan berkaitan erat dengan proses metabolisme tubuh. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.

Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung.

Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya. Pada pelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apobetta, menaikkan kadar apoalfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan seragan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Atasi Diabetes, Ginjal dan Kolesterol

Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal. Puasa dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan adalah penyebab utama kepada bermacam-macam penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya.

Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan member perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi pengkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat. Perubahan aksidental lipoprotein yang berkepadatan rendah (LDL), tanpa diikuti penambahan HDL. LDL merupakan model lipoprotein yang memberikan pengaruh stimulatif bagi respon imunitas tubuh.

Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.

Peremajaan Sel-sel Otak

Sebuah tulisan penelitian yang dilakukan Dr. Ratey, seorang psikiaters dari Harvard, mengungkapkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak. Dr. Ratey melakukan penelitian terhadap mereka yang berpuasa dan memantau otak mereka dengan alat yang disebut “functional Magnetic Resonance Imaging” (fMRI). Hasil pemantauan itu menyimpulkan bahwa setiap individu obyek menunjukkan aktivitas “motor cortex” yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

Ilmuwan di bidang neurologi yang bernama Mark Mattson, Ph.D., seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging. Dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa diet yang tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson. Hasil penelitiannya menunjukkan, diet dengan membatasi masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak.

Taruna Ikrar, MD, Ph.D., adalah Specialist dan Scieintist dari University of California, School of Medicine, Irvine, USA

(Dikutip dari https://www.facebook.com/pages/Puasa-Sunnah-Senin-Kamis/)