(setiajujurtaqwa.blogspot.com)

Mungkin ada dari kita kerap kali tak menyadari, apa sebab Allahsubhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita bangun pagi dan shalat Subuh? Dan mengapa dalam adzan Subuh terdengar kalimat yang berbeda, kalimat yang tidak ada pada adzan di lain waktu.

Ash shalaatu khairun minan naum“

Jika kita terjemahkan, akan berarti “Shalat itu lebih baik daripada tidur.

Tetapi coba perhatikan baik baik. Mengapa kalimat itu hanya dikumandangkan saat adzan Subuh saja?

Anda benar, melalui kalimat itu Allah SWT ternyata sedang memberikan isyarat kasih sayangnya pada kaum muslimin. Sebuah isyarat yang sering kita abaikan maknanya. Isyarat itu kira-kira berarti seperti ini, “Shalat (pada saat) itu lebih baik daripada tidur.”

Subhanallah Laa Khaula Wa Laa Quwwata Illa Billaah,

Lalu mengapa isyarat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat Subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain?

*******

Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri –yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih— mendapati kesimpulan, jika puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang.

Peredaran darah
(grandmall10.wordpress.com)

Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dengan terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina: “Yang”) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (“Yin”).

Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.

Pada tegangan saraf parasimpatis yang meningkat akan terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak, sehingga kita merasa mengantuk. Pokoknya yang cenderung mengarahkan tubuh pada kondisi istirahat.

Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah, secara diam-diam tekanan darah berangsur naik. Terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) sehingga meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sama lain) pada sel trombosit agar darah membeku, walaupun kita tertidur.

Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk Anda dan saya maupun bayi Anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian (ritme sehari-hari), yang secara kodrati diberikan Allah swt kepada manusia.

*******

Pembuluh darah di jantung
(obot39srefi.blogspot.com)

Furgot dan Zawadsky pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diselidikinya (dikerok). Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin.

Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar saat ditetesi asetilkolin.

Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran. “Jadi itu tho, yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu”.

Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain di seluruh dunia untuk mengetahui zat yang ada di dalam sel bagian dalam pembuluh darah, yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian, zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO (Nitrik Oksida).

Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.

*******

Pengaturan fungsi jantung
(lyricsdog.eu)

Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi. Namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dll, tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak misal melalui berolahraga.

Efek Nitrik Oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah, dengan cara mengurangi sifat agregasi (sifat menempel satu sama lain) dari trombosit pada darah kita.

Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular.

Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise, yaitu dengan berwudhu dan menunaikan shalat wajib maupun sunnah. Apalagi bila disertai berjalan ke masjid, merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular tanpa manusia menyadarinya.

Selain itu, patut dicatat bahwa pada posisi ruku’ dan sujud terjadi proses mengejan. Posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas, yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan saling merangkul.

*******

(rivokempoel.
wordpress.com)

Sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat Subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini, karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri. Walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun.

Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar..

Judul Naskah Asli: “Rahasia Di balik Kalimat Adzan Di Waktu Subuh”

(Dikutip dari: https://www.facebook.com/pages/Mencari-Setitik-Cahaya-Di-Kegelapan/)