Nila Juwita

Dzikir

Biar ku bersimpuh hingga lumpuh
sampai istighfarku Kau rengkuh
telah terlewatkan beribu sepertiga malam
menebar serenada duka maupun keluh

Butir tasbih, air mata membiru
terbayang sedih paling sedu
biar ku bersimpuh hingga lumpuh
sampai kuraih tempat terdekat di sisiMu.

(12 April 2011 pukul 15:41)

Tertawa dan Menangis

Allah menjadikannya tertawa pada hati yang beriman
dengan cahaya matahari kemakrifatan
dan menangis bagi kita kita yang tak percaya dengan ada Nya

Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis
tertawalah sebelum ditertawakan orang lain
jangan seperti kera hanya tertawa tetapi tidak bisa menangis
menangislah sebelum orang lain menangisimu
jangan seperti unta hanya bisa menangis, tapi tidak bisa tertawa
menangis dan tertawa lengkap ada di diri kita
syukuri apa adanya.

Luruskan jalan
dengan semangat dan keimanan
senyum melangkah
biarkan tumpah segala gundah
hilang terbang melayang ke langit

Orang menjadi tertawa kepada yang dikehendakiNya
dengan memberikan kebahagiaan
dan akan menjadikannya menangis
setiap orang yang dikehendakiNya
dengan memberikan kesediahan

Sedih.. menangis
senyum.. tertawa
dua sisi yang selalu berjalan bersama
di setiap detak jantung kita

(7 April 2011 pukul 9:22)

Nak

Aku tau akan datang saatnya
tak lagi melihat wajahmu
yang berkilat ingin tau
semua apa di hadapanmu
hanya di putik matamu
masih kulihat sisa
tercengangmu melihat dunia
karenanya, pandanglah..
bagaimana aku melihatmu nak
selagi mungkin
tumpahkan segala heranmu di tatapku
ijinkan aku memandangmu
seperti halnya kau manatapku
saat kau bertanya dan meragukan
biarkan aku tercengang melihat diriku
di wajah tercengangmu

(17 Maret 2011 pukul 13:16)

thanks wes.

Kesetiaan

Aku makin yakin segala tentangmu
adalah kebahagiaan dan kerinduan
dan aku selalu menghitung  sepi di jalan
berbatu dan berliku itu, tanpa siapa-siapa dan
kadang terasa sangat menakjubkan.

Makasih untuk perhatianmu yang
mengharukan, barangkali satu dari
denyut menakjubkan itu adalah kau
yang tertatih menjaga kesetiaan.

(22 Februari 2011 pukul 11:46)

Do’a

Diamku adalah do’a
Airmataku adalah do’a
Dzikirku adalah do’a
Rinduku adalah do’a
Cintaku adalah do’a

Selagi hayat bersinar.
jangan pernah kau terluka
jangan pernah kau rajuk
jangan pernah kau berjauh hati
jika aku tidak lagi bersuara padamu
jika aku diam membisu

Sungguh, kasihku padamu
senantiasa tak lakang oleh waktu
semoga hidup kita selalu dalam keindahanNya
selalu harapkan ridhoNya

(10 Februari 2011 pukul 12:57)

Hanya Untukmu

Aku akan jadi Penari, bukan penari Ningrat, tapi penari yang dinamis dan lentur, tak mengenal aturan dan kaidah gerak. mampu membiarkan jiwa bimbing tubuh bicara dengan ritme dan tekanan yang tak terprediksi.

Aku akan jadi Penyulam, sabar menelusuri ruas demi ruas berpindah jengkal demi jengkal. menjalin warna yang tepat pada bagian yang tepat, bergerak sambil mencipta rasa penuh yang merambat hingga karyaku tuntas.

Aku akan jadi ahli masak, yang berani mencampur dan mengaduk demi rasa yang berbeda. tidak semata mengejar rasa, namun juga cara penyajian yang sejak awal menggugah selera memenuhi imajinasi akan kekuatan cita rasanya.

Aku akan jadi perupa yang sabar menunggu hingga tanahku meliat hangat untuk siap dibentuk, menjadikannya sejiwa dengan pori-pori tanganku, yang bergerak luwes mengusap, memilin, meluncur mulus demi menegaskan setiap tekstur tulang serta lekuk.

Dan aku akan tetap menjadi Ibu yg paling Ibu, yang bersinar oleh rasa bahagia ketika buah hatiku dg matanya yg bersinar menatapku hangat.

Ya aku akan jadi itu semua hanya untukmu..
ya hanya untukmu!

(9 Februari 2011 pukul 12:46)