Kuasa Allah tanpa batas
(miaji.wordpress.com)

Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Felici sebagai pakar EFT, untuk menunjukkan bagaimana kondisi darah manusia di saat normal, sedih, gembira, jatuh cinta dan saat berdoa. Rebecca Marina memberikan kita bukti jelas, keadaan emosi menghasilkan perubahan instan dan dramatis dalam tubuh fisik kita.

Saya Rebecca Marina, terinspirasi untuk melakukan hal ini oleh karya peneliti Jepang, Masaru Emoto, yang memotret kristal air beku dengan dijiwai emosi yang berbeda. Karyanya cukup mengagetkan dan indah dan saya sarankan Anda membaca bukunya, “Pesan Tersembunyi dalam Air.” Anyway, saya mencoba untuk menduplikasi percobaan Mr Emotos tetapi menemukan kristal air meleleh di bawah cahaya panas mikroskop darkfield sebelum kita –Dr Felici dan saya– bisa melihat mereka.

Harap dicatat bahwa ini adalah foto statis dan dengan demikian tidak menunjukkan perubahan dramatis dalam gerakan dan kecepatan yang menyertai beragam perubahan emosi. Namun, Rebecca menjelaskan gerakan ini di narasi nya di bawah ini.

Percobaan dengan darah hidup

Pertama saya mengakui, saya bukan seorang ilmuwan. Namun, saya senang menjadi pelopor dan mencoba percobaan baru dengan segala sesuatu. Jika Anda tidak pernah mencoba karena takut gagal, Anda tidak mendapatkan apa-apa!

Sebelum melakukan EFT
(sel darah merah menggumpal disebabkan oleh Lectin)

Jadi, saya punya rencana cadangan. Sementara air kristal eksperimen tidak berhasil, Dr Felici dan saya sebelumnya melakukan beberapa percobaan dengan menggunakan EFT dan darah hidup. EFT adalah Emotional Freedom Techniques yang merupakan versi akupuntur tanpa jarum, berdasarkan temuan adanya hubungan antara aliran enegi dalam tubuh dan emosi dengan masalah kesehatan. Banyak artikel dan jurnal yang telah menuliskan kesuksesan aplikasi EFT dalam ragam hal, mulai dari permasalahan emosi, kesehatan dan performance.

Kami yakin bisa mendapatkan gambar yang baik dari pemotretan darah saya.Rencananya adalah menggunakan EFT untuk mengundang suatu emosi ke medan energi saya dan dengan demikian akan masuk ke dalam tubuh hingga ke dalam darah saya. Dr Felici akan mengambil sampel darah setelah setiap emosi yang berbeda dan kami akan melihat pada sampel di bawah mikroskop darkfield.

Normal, sel bebas dan bergerak

Saya tidak pernah sengaja mengundang energi negatif ke dalam diri saya, namun saya benar-benar membiarkan emosi sangat kuat dalam diri saya. Saya menggunakan EFT dengan INTENT, sehingga emosi yang saya undang akan menjadi sangat kuat.

Sesudah melakukan EFT
(sel darah merah normal kembali)

Sebelum kita mulai dengan emosi, saya meminta kepada Dr Felici untuk melihat darah saya dalam keadaan normal. Oh ya, sebelumnya saya sempat makan ayam atau alpukat pada jam makan siang.  Rupanya kedua makanan tersebut menyebabkan lectin membentuk sel darah merah saya mengelompok. Wah, sungguh mengerikan! Padahal, makanan itu hanyalah sepotong kue!

Seharusnya, menurut Dr. Felici, alergennya dibersihkan terlebih dahulu dengan EFT. Golongan darah saya B POSITIF dan saya tidak seharusnya memakan kue tersebut. Saya harus melakukan EFT untuk memperbaiki kondisi darah agar bisa mendapatkan pembacaan yang baik untuk emosi, karena saya telah melakukan ini dua kali sebelumnya. Harap dicatat perubahan yang mengagumkan dan langsung dari yang mengelompok (sebelum melakukan EFT) menjadi bebas dan bergerak (setelah EFT). Setelah saya menggunakan EFT untuk membersihkan darah saya, kami siap untuk mulai.

Sedih, sel berbentuk air mata

Kondisi darah saat sedih
(sel darah begerak cepat dan berbentuk air mata)

Emosi pertama yang saya undang adalah energi kesedihan. Saya melakukan EFT dan memikirkan banyak hal-hal sedih. Saya begitu larut, sehingga bahkan sampai menangis. Tanpa menunggu waktu sama sekali, Dr Felici memperbolehkan untuk mengambil sampel darah saat itu. EFT bekerja sangat cepat lho!

Memahami ketika Anda melihat darah di mikroskop darkfield,sampel adalah hidup dan masih bergerak. Dr Felici telah melihat gerakan ini berkali-kali. Namun, dia belum pernah melihat gerakan seperti sampel dipindahkan dengan energi kesedihan! Anda akan berpikir sel-sel darah akan semua lambat dan lamban, tapi tidak!

Sel-sel bergerak sangat cepat (mengapa mereka terlihat begitu jauh) dan banyak sel darah putih yang dominan, jauh lebih banyak daripada ketika melakukan sampel darah dalam keadaan normal. Hal lain yang tidak biasa adalah banyak sel-sel darah merah yang membentuk tetesan air mata! Mungkin ada beberapa alasan ilmiah bagaimana  ini terjadi, saya tidak tahu. Saya hanya tahu apa yang terlihat pada layar komputer, yang melekat pada mikroskop.

Cinta, sel bergerak perlahan dan berkumpul

Sel darah merah saat merasakan cinta
(Sel darah bergerak pelan dan berkumpul)

Selanjutnya, dengan menggunakan EFT, saya mengundang energi ‘cinta’ untuk datang ke tubuh dan darah saya. Ketika kita menempatkan sampel di bawah mikroskop, sel-sel berpindah dengan tenang dan indah. Bentuk sel normal tetapi Anda dapat melihat beberapa substansi gemerlapan dalam cairan darah.

Catatan yang menarik, kami telah meninggalkan contoh kesedihan di layar seperti yang saya lakukan EFT untuk mengundang ‘cinta’  ke darah saya. Sampel pada layar mulai berubah juga. Bahkan ketika darah kita yang keluar dari tubuh kita, kita masih terhubung.

Takut, sel menyebar dan berjatuhan

Selanjutnya, saya mengundang energi ‘takut’ ke dalam darah dan membiarkan diri mengingat saat saya sangat ketakutan dan benar-benar masuk ke kondisi emosional. Anda bisa melihat bagaimana foto sampel darah berkumpul dalam pelukan cinta dan bagaimana sampel darah tampaknya menyebar saat saya ketakutan. Itu maksud saya membiarkan diri merasakan semua emosi ini.

Darah dalam keadaan ketakutan
(Sel darah merah menyebar dan berjatuhan)

Ketika kita menempatkan energi ‘takut’ di bawah mikroskop, sel-sel akan bergerak gila! Mereka bergerak jauh lebih cepat bahkan dengan energi kesedihan! Ada juga jauh lebih banyak dari sel-sel darah putih menunjukkan daripada di salah satu sampel lainnya. Aku membawanya ke berarti bahwa ketika tubuh Anda terasa ancaman itu mengirimkan tentara untuk melawan bahaya dirasakan. Yang cukup menarik, sel-sel benar-benar akan gila tapi terhenti dengan sangat cepat. Mungkin, itu adalah respon adrenalin dan kehabisan bensin cepat.

Berdo’a, sel bercahaya dan berdenyut

Lalu Rebecca mecoba untuk memikirkan ‘sifat feminine Tuhan’ yang dalam keyakinan agamanya ia sebut ‘divine mother.‘  Sifat penyayang, penyantun dan pemelihara, yang dalam Islam digolongkan sebagi sifat ‘Jamaliah Allah.’ Dan memohon kepada-Nya untuk menyalurkan energi itu kedalam tubuh dan darahnya. Saat berdoa tersebut, “Saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya.” Begitulah Rebecca menggambarkan pengalamannya.

Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan di bawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, semua yang hadir dilaboratorium seketika terdiam dan terpana karena melihat komdisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain. Cairah darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti jantung mini.

Rasanya seperti melihat paralel  alam semesta. Saya, Dr Felici, teknisi, dan anak saya (yang sedang syuting) tidak bisa berhenti melihat sampel itu. Selama kita meletakkan sampel darah ini di mikroskop, sepertinya ia memiliki kehidupan. Semua sampel lainnya mulai melambat setelah beberapa waktu, tetapi sampel darah saat berdo’a ini tidak. Hal lain yang menarik yang terjadi dan muncul dalam foto adalah beberapa sel darah merah mulai mengambil bentuk hati. Ini bukan terdiri atas dua sel yang tumpang tindih, tetapi hanya satu sel tunggal yang mengambil bentuk hati..

Sungguh, kuasa Allah memang tanpa batas. Seperti difirmankanNya, “Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang, maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka manfaatnya bagi diri sendiri dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sama sekali bukan pemelihara (mu).” (QS. Al-An’aam: 104).

(Dikutip dari berbagai sumber)