(umam3.wordpress.com)

(Dikutip dari http://www.fimadani.com/pengaruh-sabar-dan-shalat-dalam-menyelesaikan-problematika-kehidupan/)

Pelajaran Kelima:

Shalat dalam ayat di atas, bisa berarti do’a. Dengan demikian arti ayat di atas adalah, “Dan mintalah pertolongan (kepada) Allah dengan bersabar dan berdo’a.” Penafsiran ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wata’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ

”Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hati lah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung” (QS. Al-Anfal: 45)

Ayat di atas kalau kita perhatikan secara seksama kata demi katanya ternyata mirip dengan ayat 45 dalam surat Al-Baqarah, bahkan sampai nomor ayatnya pun sama (45). Hal ini berarti Allah memerintahkan orang-orang yang beriman ketika menghadapi suatu masalah -–dalam hal ini ketika berhadapan dengan musuh– agar tetap teguh dan selalu mengingat Allah SWT banyak-banyaknya. Kata ‘teguh’ dalam surat Al-Anfal ayat 45 sebanding dengan ‘sabar’ dalam surat Al-Baqarah ayat 45. Sedangkan’ mengingat Allah’ dalam surat Al-Anfal ayat 45 sebanding dengan ‘shalat’ dalam surat Al-Baqarah ayat 45.

Selain itu, ada ayat serupa terdapat dalam surat Al-Hijr, 97-99 yang memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kaum muslimin untuk bertasbih (mensucikan Allah) dan bersujud kepada-Nya ketika menghadapi problematika hidup. Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ ، فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ ، وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat),dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)(QS. Al-Hijr: 97-99)

(aangar.blogspot.com)

Kalau kita bandingkan tiga ayat di atas kira-kira seperti di bawah ini:

QS. Al-Baqarah: 45 = meminta bantuan (dengan SABAR + SHALAT)
QS. Al-Anfal:45 = menghadapi musuh (dengan TEGUH + MENGINGAT ALLAH)
QS Al-Hijr: 97-99 = Ketika didustakan (BERTASBIH + SHALAT)

Subhanallah.. telah terjadi keserasian dan kesesuaian antara ayat satu dengan yang lain dan ini merupakan salah satu bukti bahwa Al-Qur’an datang dari Allah subhanahu wa Ta’ala. Dalam hal ini Allah subhanahu wata’ala berfirman,

أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللّهِ لَوَجَدُواْ فِيهِ اخْتِلاَفًا كَثِيرًا

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (Qs. An-Nisa’: 82)

Pelajaran Keenam:

Selain ayat-ayat di atas, di sana ada beberapa Hadits yang menunjukkan bahwa dzikir dan mengingat Allah adalah senjata utama setiap muslim dalam menghadapi suatu problematika. Di antara Hadits-hadits tersebut adalah:

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَا كَرَبَهُ أَمْرٌ قَالَ: يَا حَىُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

”Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika menghadapi suatu masalah, beliau berdoa: ” Wahai Yang Maha Hidup Kekal, Yang terus menerus mengurus (mahluk-Nya), hanya dengan rahmat-Mu saja, saya meminta pertolongan” (HR. Tirmidzi)

كَانَ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ اِذَا حَزَبَهُ اَمْرٌ قَالَ: لَا ِالَهَ اِلَّا اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمِ, سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ , اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

”Rosulullah shallahu ‘alaihi wasallam ketika menghadapi suatu masalah, beliau berdoa:”Tiada Ilah kecuali Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Maha Suci Allah Robb dari Arsy yang agung, dan segala puji bagi Allah Robb sekalian alam” (HR. Ahmad)

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُوْ عِنْدَ الْكُرَبِ:” لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ الْعَظِيْمِ الْحَلِيْمِ, لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ,لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ, وَرَبِّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ.”

”Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika menghadapi suatu masalah, beliau berdoa: ”Tiada Ilah kecuali Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Agung dan Maha Penyantun,  Tiada Ilah kecuali Allah,Yang mempunyai Arsy yang agung , Tiada Ilah kecuali Allah Yang Mempunyai langit tujuh, dan Yang mempunyai Arsy yang mulia” (HR. Bukhari Muslim)

وَقَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ: ”أَلَا اُخْبِرُكُمْ بِشَىْءٍ اِذَا نَزَلَ بِأَحَدِكُمْ كُرَبٌ أَوْ بَلَاءٌ مِنْ اَمْرِ الدُّنْيَا دَعَا بِهَا فَيَفْرِجُ عَنْهُ  دُعَاءَ ذِى النُّوْنِ: لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.

Rosululah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Maukah aku beritahukan kepadamu sesuatu jika kamu ditimpa suatu masalah  atau ujian dalam urusan dunia ini, kemudian berdoa dengannya, niscaya akan ada jalan keluarnya ? yaitu do’anya nabi Yunus: ”Bahwa tidak ada Ilah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim(HR. Hakim)

Pelajaran Ketujuh:

(tribunnews.com)

Salah satu bukti bahwasanya sabar dan shalat akan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat serta akan meringankan beban hidup ini, adalah kisah nyata yang dialami oleh salah pemuda yang tinggal di wilayah Arab. Pada awalnya dia hidup dalam keadaan lebih dari cukup. Ayahnya adalah seorang guru ngaji di sebuah masjid. Walaupun begitu keshalehan ayahnya, tidaklah menjadikannya seorang pemuda yang shaleh juga. Setiap hari dia bergelimangan dengan uang, sehingga terjerat dengan kehidupan yang gelap.

Pada suatu hari, terjadilah kecelakaan menimpa dirinya yang membuat kakinya lumpuh. Para dokter mengatakan, tidak ada sebab berarti yang menyebabkan kakinya lumpuh, diperkirakan hanya gangguan syaraf karena benturan. Suatu hari, ketika ia sedang turun dari mobil dengan kursi rodanya dengan maksud singgah di rumah temannya. Tiba-tiba ia mendengar suara adzan yang sanggup menggetarkan hatinya yang selama ini keras.

Suara adzan tersebut ternyata mampu meluluhkan hatinya, dan membuatnya rindu kepada masjid. Sejak itu dia mulai rajin ke masjid untuk melakukan shalat jama’ah, walaupun kakinya lumpuh. Padahal di saat dia sehat dan kuat kakinya, tidak pernah sekalipun menginjak masjid. Maha suci Allah yang menjadikan musibah sebagai jalan menuju hidayah dan kebaikan.

Selang beberapa minggu dia dalam keadaan seperti ini, tiba-tiba dia bermimpi melihat ayahnya bangkit dari kuburan seraya memegang bahunya sambil berkata: ”Wahai anakku janganlah engkau bersedih, karena Allah telah mengampuniku karenamu.” Dan mimpi seperti itu berulang-ulang datang kepadanya setiap dia tidur.

Setelah beberapa tahun lamanya dia konsisten melakukan shalat jama’ah di masjid dan biasanya ia duduk di atas kursi tepatnya di shaf pertama yang paling ujung. Pada suatu hari, ketika ia shalat shubuh dan kebetulan sang imam membaca qunut panjang sekali. Do’a tersebut mampu menggetarkan hatinya dan membuatnya nangis.

Secara tidak sengaja, tiba-tiba hatinya bergetar-getar sangat hebat seakan-akan ingin keluar dari dadanya. Ia merasa bahwa ajalnya sudah dekat, tetapi secara mendadak dia menjadi tenang kembali dan meneruskan shalatnya bersama imam hingga selesai. Setelah itu ia bangkit dari kursi  secara tidak sengaja dan bisa berdiri kembali dan penyakitnya sembuh total.

Subhanallah.. Beginilah Allah menunjukkan kepada para hamba-Nya tentang kekuatan shalat, yang ternyata membuat seseorang bahagia di dunia dan  akhirat.

Pelajaran Kedelapan:

(motivasi-islami.com)

Dari keterangan di atas, bisa disimpulkan juga bahwa shalat merupakan sarana untuk mencapai sebuah kesabaran. Ketika Allah memerintahkan seseorang bersabar mungkin kita akan bertanya-tanya, ”Bagaimana caranya supaya bisa bersabar?” Maka Allah dalam ayat itu juga memberitahukan bahwa cara yang paling efektif untuk memupuk kesabaran adalah dengan selalu menegakkan shalat, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Mungkin kita juga akan bertanya, ”Bersabar dan menegakkan shalat sesuai dengan aturannya adalah sesuatu yang sangat berat. Bagaimana caranya supaya jiwa ini tidak berat untuk selalu bersabar dan melakukan shalat tersebut ?” Maka Allah subhanahu wa Ta’ala pada ayat berikutnya menjelaskan caranya, yaitu dengan selalu mengingat kematian. Selalu mengingat bahwa manusia ini cepat atau lambat akan bertemu dengan Allah subhanahu wa Ta’ala di akhirat nanti, untuk dimintai pertanggung jawaban terhadap yang selama ini dikerjakan di dunia. Untuk mempermudah pemahaman, hal itu bisa digambarkan sebagai berikut:

–       Dunia ini banyak problematika, maka  harus dihadapi dengan SABAR.
–       Untuk menumbuhkan dan memupuk kesabaran  adalah dengan SHALAT.
–       Agar terasa ringan di dalam mengerjakan shalat dan bisa melakukannya dengan khusu’ adalah dengan selalu mengingat AKHIRAT.

Inilah rahasia kenapa Rosulullah shallalllahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk selalu memperbanyak mengingat kematian, dalam salah satu haditsnya:

أَكْثِرُوْا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَاتِ

”Perbanyaklah untuk selalu mengingat ”penghancur kelezatan” (yaitu kematian)” (Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi)

Dalam hal ini Umar bin Abdul Aziz pernah berkata:

أَكْثِرْ مِنْ ذِكْرِ الْمَوْتِ، فَإِنْ كُنْتَ وَاسِعَ الْعَيْشِ ضَيَّقَهُ عَلَيْكَ، وَإِنْ كُنْتَ ضَيَّقَ الْعَيْش وَسِعَهُ عَلَيْكَ

” Perbanyaklah untuk selalu mengingat kematian, maka jika kamu bercukupan dalam hidup, niscaya dia akan mempersempitmu, dan jika  kamu dalam kesempitan hidup, niscaya dia akan memperluaskannya untukmu.” (tammat)