(amiratulnadiahhasan.wordpress.com)

Oleh Ervan Subagyo

Pemandangan wanita berjilbab dengan celana ketat dan baju yang tipis lagi pendek, sudah menjadi pemandangan mata setiap hari saat kita berada di jalan, di kampus, dsb. Tak kurang juga pakaian wanita yang berjilbab, lebih seksi dari wanita tidak bejilbab. Tidak kurang juga wanita berjilbab lebih buruk perangainya, dari wanita tidak berjilbab.

Tanda Benarnya Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ

كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat:
[1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan
[2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring.

Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

(by dewi hardianti pratiwi)

Pemakaian Jilbab telah Melanda

Bila wanita menjaga auratnya dari pandangan lelaki bukan mahram, tidak hanya dia menjaga kehormatan dirinya, malah maruah wanita mukmin keseluruhannya.

Harga diri wanita terlalu mahal. Ini karena syariat telah menetapkan, agar wanita berpakaian longgar dengan warna yang tidak menarik serta menutup seluruh badannya dari kepala hingga ke kaki.

Kalau dibuat perbandingan dari segi harta dunia seperti intan dan berlian, ianya dibungkus dengan rapi dan disimpan pula di dalam lemari besi yang berkunci. Begitu juga diumpamakan dengan wanita, karena wanita yang ber-maruah tidak akan memamerkan tubuh di khalayak umum.

Mereka masih bisa tampil di hadapan masyarakat, sesuai dengan garis syar’i. Wanita tidak seharusnya mengorbankan maruah dan dirinya semata-mata untuk mengejar pangkat, derajat, nama, harta dan kemewahan dunia.

Menyentuh mengenai pakaian wanita, Alhamdulillah sekarang telah banyak wanita yang menjaga auratnya, setidaknya dengan memakai tudung. Dapat kita saksikan di sana sini, wanita mulai memakai jilbab. Pemakaian jilbab penutup aurat sudah melanda, dari tingkat bawah hingga ke tingkat atas, dari golongan siswa sekolah sampai pekerja kantor.

Syariat atau Fesyen Semata?

Meskipun berbagai gaya jilbab diperaga dan dipakai, namun pemakaiannya masih tidak lengkap dan sempurna kalau leher dan dada masih terlihat. Ada juga yang memakai jilbab, tetapi di saat yang bersamaan ia memakai celana ketat (legging). Belum lagi berbagai warna dan model fesyen jilbab, juga dirancang untuk wanita-wanita Islam masa kini.

(foto: Mar Ah Shalihah)

Ada contoh jilbab yang dipakai dengan songkok di dalamnya, dihias pula dengan kerongsang (broach) yang menarik. Malah labuci warna-warni dijahit pula di atasnya. Dan berbagai gaya lagi yang dipaparkan dalam majalah dan surat khabar fesyen untuk tudung. Contoh diatas bukan bertujuan untuk membuat fitnah, sebaliknya menambahkan fitnah ke atas wanita.

Padahal sepatutnya pakaian bagi seorang wanita mukmin itu bukan saja menutup auratnya, malah sekaligus menutup maruah-nya sebagai seorang wanita. Yaitu, pakaian dan jilbab yang tidak menampakkan bentuk tubuh badan wanita dan tidak berhias yang akan menjadikan daya tarik bagi lelaki yang bukan mahram-nya. Sekaligus pakaian seharusnya melindungi wanita dari gangguan lelaki yang tidak bertanggungjawab.

Bilamana wanita bertudung tetapi masih berhias-hias, maka terjadilah pakaian wanita Islam sekarang. Walaupun bertudung, tetapi semakin membesarkan riak dan bangga dalam diri. Sombong makin bertambah, lalu jalan mendabik dada. Terasa tudung kitalah yang paling cantik, up-to-date, sophisticated, bergaya, berkelas dan sebagainya. Berjilbab, tapi masih ingin bergaya.

Mencemari Hukum Islam

Kesimpulannya, jilbab yang kita pakai tidak membuahkan rasa kehambaan. Kita tidak merasakan diri ini hina, banyak berdosa dengan Tuhan maupun dengan manusia. Kita tidak merasa bahwasanya menegakkan syariat dengan berjilbab ini, hanya satu amalan yang kecil yang mampu kita laksanakan.

Kenapa hati mesti berbunga dan berbangga, jika boleh memakai jilbab?  Ada orang berjilbab, tetapi lalai atau tidak bersembahyang. Ada orang yang berjilbab, tapi masih berkepit dan keluar dengan lelaki. Ada orang berjilbab, yang masih terlibat dengan pergaulan bebas. Ada orang berjilbab, yang masih menyentuh tangan-tangan lelaki yang bukan mahramnya. Dan bermacam-macam lagi maksiat yang dibuat oleh orang-orang berjilbab, termasuk kelas besar seperti zinah, khalwat dan sebagainya.

(syabab-uridu-khilafah.blogspot.com)

Jadi, nilai jilbab sudah dicemari oleh orang-orang yang seperti ini. Para wanita Islam lain yang ingin ikut jejak mereka yang berjilbab pun, tersekat melihat sikap orang-orang yang mencemari hukum Islam tersebut. Hasbunallah..

Andai Saja Mengerti

Memang nyaris setiap hari kaum lelaki berperang dengan nafsu dibuat ‘aduhai’.. Tak tahu sampai mana mereka bisa tahan? Simple saja, boleh dikatakan setiap hari hidup ini berhadapan dengan perempuan-perempuan yang mengairahkan. Dari depan, belakang, kanan, kiri mereka, celakalah atas kamu! Bagaimana lelaki-lelaki Islam di luar sana mampu menahan nafsu, bila melihat perempuan Islam mengenakan pakaian ketat dan seksi seperti itu? Di bulan Ramadhan pula..?!

Andai saja wanita mengerti apa yang dipikirkan seorang laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin pasti tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali, bagi mereka yang memang sudah punya niat untuk menarik lelaki, dengan aset berharga yang mereka punya. Astaghfirullah..

Judul Asli: “Pakai Legging dan Bercelana Ketat dengan Jilbab, Mencemarkan Image Islam”

(Dikutip dari: https://www.facebook.com/gyovan)

Iklan