oleh Yayasan MIT Ponpes “Al-Khairiyah”

(pepisusanti.blogspot.com)

Pengantar Redaksi: Dalam menyambut datangnya Ramadhan, tak ada salahnya kita mengingat kembali berbagai Sunnah Rasululllah saw, agar kita mengoptimalkan kesucian diri di bulan suci tersebut. Untuk itu, kami akan menurunkan artikel ini tiap Kamis selama Juli 2012.

Rasulullah bersabda dalam hadist Qudsy, dimana Allah SWT berfirman :

وما تقرب إلي عبدي بشئ أحب إلي مما افترضت عليه ولا يزال عبدي يتقرب إلي با لنوافل حتى أحبه – فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به – ويده الذي يبطش به – ورجله التي يمشي بها – وإذا سألني لأأعطينه ولئن استعاذني لأعيذنه —رواه البخاري

“..Dan tidaklah seorang hambaKu mendekat kepadaKu dengan sesuatu yang Aku cintai melebihi dari apa-apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan tidaklah seorang hambaKu mendekat kepadaKu dengan melakukan amala-amal Sunnah sehingga (akhirnya) Aku mencintainya. Dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku lah telinganya yang dia gunakan untuk mendengar, dan Aku lah matanya yang digunakan untuk dia melihat, dan Aku lah tangannya yang dia gunakan untuk dia mengambil, dan Aku lah kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Dan andaikan dia meminta sesuatu pasti aku kabulkan, dan jika ia meminta perlindungan kepadaKu pasti Aku lindungi. (Hadist Qudsy riwayat Imam Bukhori).

Sunnah Shalat Fajar

1. “Rasulullah SAW melaksanakan shalat dua rakaat yang ringan diantara adzan dan iqamah dari shalat Subuh,” (Mutafaq ‘Alaih)
2. Sunnah membaca Surah Al Baqarah:136 pada rakaat pertama dan Surah Ali Imran:152 pada rakaat kedua atau pada rakaat terakhir membaca surah Ali Imran:64.
3. “Rasulullah SAW apabila telah melaksanakan shalat dua rakaat pada waktu fajar, beliau tidur miring di atas bagian tubuhnya yang kanan.” (HR Bukhari)
4. “Rasulullah SAW apabila telah selesai melaksanakan shalat Fajar (Subuh), beliau duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari. (HR Muslim)

Shalat Sunnah Isyraq

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻤﻦ ﺼﻟﻰ ﺍﻟﻐﺪﺍﺓ ﻔﻲ ﺠﻤﺎﻋﺔ ﺜﻡ ﻗﻌﺪ ﻴﺬﻜﺭ ﺍﻟﻟﻪ ﺤﺗﻰ ﺗﻂﻠﻊ ﺍﻟﺸﻤﺱ ﺜﻡ ﺼﻠﻰ ﺭﻜﻌﺘﻴﻦ ﻜﺎﻨﺖ ﻠﻪ ﻜﺄﺠﺮ ﺤﺠﺔ ﻮﻋﻤﺮﺓ ﺗﺎﻤﺔ ﺗﺎﻤﺔ ﺗﺎﻤﺔ . ﺮﻮﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻤﺬﻯ ﻮﺍﻟﻄﺑﺮﻨﻰ.

“Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian dia duduk – dalam riwayat lain: dia menetap di mesjid[1] – untuk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah, sempurna sempurna sempurna“[2].
Yakni sholat sunnah beberapa menit setelah TERBIT MATAHARI.

Shalat Sunnah Dhuha

Yakni sholat beberapa roka’at setelah matahari setinggi tombak, yakni kurang lebih 15 menit setelah matahari terbit sampai hanpir masuk waktu dhuhur (+/- jam 11 siang)

Didalam suatu riwayat oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh berkata,”Nabi saw kekasihku telah memberikan tiga wasiat kepadaku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan mengerjakan shalat witir terlebih dahulu sebelum tidur.”

Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat dhuha adalah sunnah bahkan para ulama Maliki dan Syafi’i menyatakan bahwa ia adalah sunnah muakkadah berdasarkan hadits-hadits diatas. Dan dibolehkan bagi seseorang untuk tidak mengerjakannya.

#. Sunnah-sunnah Shalat Fi’liyah

1. Mengangkat kedua tangan ketika Takbiratul Ihram
2. Mengangkat kedua tangan ketika hendak ruku’
3. Mengangkat kedua tangan ketika berdiri dari ruku’
4. Mengangkat kedua tangan ketika berdiri pada rakaat (kedua) setelah tasyahud. (tidak mengangkat tangan ketika bangkit dari rokaat pertama menuju rokaat kedua, beg
5. Jari-jari tangan harus merapat satu denhan yang lainnya ketika mengangkat tangan
6. Keadaan jari-jari ini dibentangkan dalam keadaan telapak tangan menghadap kea rah kiblat.itu juga dri rokaat ketiga ke rokaat keempat!).
7. Jari-jari tangan diangkat sejajar diatas kedua pundak atau sejajar dengan ujung kedua telinga

Sunnah-sunnah Lain Dalam Shalat

a. Ketika Ruku’

1. Menggenggam kedua lututnya dengan kedua tangannya sambil meregangkan jari-jarinya ketika melakukan ruku’
2. Meluruskan punggung ketika ruku’
3. Mensejajarkan kepala dengan punggung, tidak boleh mendongkak atau menunduk
4. Menjauh kedua sikut lengannya dari kedua sisi badannya.

b. Ketika Sujud

1. Menjauhkan kedua sikut lengannya dari kedua sisi badannya
2. Menjauhkan perutnya dari kedua pahanya
3. Menjauhkan kedua pahanya dari kedua hastanya
4. Merenggangkan diantara kedua lututnya ketika bersujud
5. Mendirikan kedua telapak kakinya
6. Meletakkan bagian depan jari-jarinya di tanah
7. Kedua kaki dalam keadaan kokoh berdiri ketika sujud
8. Meletakkan kedua tangannya sejajar dengan kedua pundaknya atau ujung telinganya
9. Kedua telapak tangannya dalam keadaan terbuka (membentang)
10. jari-jarinya dalam keadaan rapat
11. Jari-jarinya diarahkan ke kiblat.

c. Ketika Duduk di antara dua Sujud

1. Mendirikan telapak kaki, dan duduk diatas kedua tulang pantat pada saat iq’aa
2. Mendirikan telapak kaki kanan dan menghamparkan telapak kaki kiri untuk diduduki oleh pantat pada saat Iftirasy

d. Ketika Tasyahud Pertama

1. Pada tasyahud pertama harus merebahkan kaki kirinya dan duduk di atasnya, sementara telapak kakinya yang tegak.

e. Ketika Tasyahud Akhir

1. Kaki kanan ditegakkan dan kaki kiri berada di bawah betis kanan dan duduk dengan pantatnya di tanah
2. Sama seperti pada tasyahud yang pertama, kecuali tidak ditegakkan telapak kaki kanan, tetapi diletakkan sama-sama di sebelah kiri
3. Ditegakkan (telapak) kaki yang kiri diantara betis yang kanan dan pahanya
4. Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha, yaitu tangan kanan dan tangan kiri diatas paha kiri dengan jari-jari terbentang dalam keadaan rapat
5. Memberi isyarat dengan jari telunjuk ketika melakukan tasyahud hingga selesai
6. Menoleh ke kanan dank e kiri ketika mengucapkan dua kali salam penutup. (bersambung)

(Dikutip dari; http://miwitihombo.blogspot.com/2011/09/amalan-sunnah-sehari-hari-yang-dic.html)