(andri4wijaya.wordpress.com)

Oleh Mufti Ali

Tahun ajaran baru selalu membuat orang tua menjadi sibuk. Selain mencari sekolah yang dianggap baik –juga biaya yang semakin mahal– anak juga harus disiapkan kemampuannya, bahkan sampai ada Taman Kanak-kanak (TK) yang melakukan tes masuk untuk calon murid-murinya. Sebagian orangtua menganggap hal tersebut merupakan aturan yang berlebihan, sebagian menganggap biasa. Tidak jarang pula Play Group yang memberikan tugas pada anak di rumah (PR), agar kelak siap masuk taman kanak-kanak.

Sebetulnya apa yang dimaksud anak sudah siap sekolah tersebut? Jika orang tua mengetahui kemampuan apa yang harus dimiliki anak sebelum masuk sekolah, tentunya hal tersebut akan membantu setiap orang tua untuk mempersiapkan dan dapat mengamati sendiri anaknya apakah sudah siap untuk sekolah.

(edukasi.kompasiana.com)

Pada saat anak mulai memasuki bangku sekolah dengan keadaan siap untuk belajar, mereka lebih mudah untuk berhasil mengikuti pelajaran di sekolah. Di Amerika, guru-guru TK melaporkan sedikitnya setengah anak didiknya mempunyai masalah pada saat memulai pendidikan, termasuk di dalamnya kesulitan mengikuti perintah, rendahnya kemampuan akademik dan atau kesulitan beraktivitas secara mandiri.

Masa sebelum masuk sekolah merupakan periode sampai usia 5 tahun (Balita). Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang perlu perhatian, karena awal kehidupan merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan. Berbeda dengan otak orang dewasa, otak balita lebih plastis. Plastisitas otak ini mempunyai sisi positif dan negatif. Sisi positifnya, berarti otak balita lebih terbuka untuk belajar dan diperkaya. Sedangkan sisi negatifnya adalah otak balita lebih peka terhadap lingkungan, terutama lingkungan yang tidak mendukung termasuk kemiskinan dan stimulasi yang kurang.

(cintamerahputih.blogspot.com)

Karenanya masa ini disebut juga sebagai “masa keemasan” (golden period), atau “jendela kesempatan” (window of opportunity) atau “masa kritis” (critical period). Berhubung masa ini tidak berlangsung lama, maka anak harus mendapat perhatian yang serius pada awal kehidupannya, yaitu gizi yang baik, stimulasi yang memadai, mengeliminasi faktor-faktor lingkungan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak, juga deteksi dini terhadap penyimpangan tumbuh kembang.

Batasan Kesiapan Bersekolah

Secara konvensional batasan Kesiapan Bersekolah dipandang sempit hanya terbatas pada masalah kesiapan akademik yang terstruktur. Namun demikian berdasarkan penelitian pada perkembangan anak dan edukasi dini, batasan dari kesiapan bersekolah ternyata lebih luas. Di dalamnya tercakup kesiapan fisik, sosial dan emosional, termasuk kesiapan secara kognitif.

Terdapat 3 komponen utama untuk kesiapan bersekolah yaitu kesiapan anak, kesiapan sekolah dan kerangka investasi masyarakat.

I. Kesiapan anak, terdapat 5 aspek utama, yakni:

Kesehatan fisik dan perkembangan motorik,

(ibudanaku.com)

Aspek ini meliputi status kesehatan, pertumbuhan dan kemampuan fisik. Termasuk juga di dalamnya kemampuan menggunakan otot-otot kecil/motorik halus dan kemampuan menggunakan otot-otot besar/motorik kasar, yang juga terkait pada kondisi selama dan setelah kelahiran.

Perkembangan sosial dan emosional,

Perkembangan sosial merujuk pada kemampuan anak untuk berinteraksi secara sosial. Kemampuan adaptasi yang positif terhadap lingkungan sekolah, membutuhkan kemampuan sosial untuk saling pengertian dan bekerja sama. Juga dipengaruhi perkembangan emosional, termasuk di dalamnya kemampuan persepsi terhadap dirinya, kemampuan memahami emosi orang lain dan kemampuan untuk mengerti serta mampu mengekspresikan perasaannya.

Pendekatan pembelajaran,

Aspek ini merujuk pada kecenderungan menggunakan keahlian, pengetahuan dan kemampuan. Komponen kuncinya termasuk antusiasme, keingintahuan dan kemampuan menyelesaikan tugas, seperti pola temperamen dan nilai kultural.

Perkembangan bahasa,

(11043desimaloky.blogspot.com)

Aspek ini meliputi bahasa verbal dan kemampuan membaca. Bahasa verbal meliputi kemampuan mendengar, berbicara dan perbendaharaan kata. Kemampuan membaca termasuk membaca tulisan, pengertian tehadap suatu cerita dan proses menulis.

Kognisi dan pengetahuan umum,

Aspek ini meliputi kemampuan untuk mengetahui sifat dan benda tertentu dan kemampuan yang didapat dengan mengamati objek, peristiwa atau orang mengenai kesamaan, perbedaan dan hubungannya. Termasuk juga pengetahuan tentang konsep perhitungan.

2. Kesiapan sekolah

(cahcilixuzil.blogspot.com)

Kriteria sekolah yang siap mendukung pembelajaran dan perkembangan anak, merupakan sekolah yang mempunyai ciri-ciri (1) terdapatnya masa transisi antara lingkungan rumah ke lingkungan sekolah, (2) berusaha mempertahankan kontinuitas antara asuhan awal, program pendidikan yang diterapkan dan pendidikan sekolah dasar, (3) menolong anak untuk belajar dan dapat mengerti kompleksitas dunia yang dihadapinya, (4) memiliki kepedulian terhadap keberhasilan yang dicapai oleh setiap anak didik, (5) memperkenalkan dan mengembangkan pendekatan-pendekatan yang telah terbukti berhasil meningkatkan keberhasilan proses belajar.

3. Kerangka investasi masyarakat pada kesiapan bersekolah

Kesiapan bersekolah dari sudut pandang komunitas pada hakekatnya adalah bentuk investasi masyarakat dalam membentuk kualitas masyarakat yang tinggi d ikemudian hari. Faktor dukungan keluarga, pola asuh, pendidikan dan faktor lingkungan Iainnya ternyata memberikan pengaruh kuat yang dapat membantu perkembangan anak.

(Dikutip dari: http://sdsnpengasinan.blogspot.com/2010/07/persiapan-anak-pertama-masuk-sekolah.html)