(abuthalhah.wordpress.com)

Oleh Sahabat di Erva Kurniawan’s Blog

Sebenarnya, setiap orang memiliki tingkat kemampuan berpikir yang seringkali ia sendiri tidak menyadarinya. Ketika mulai menggunakan kemampuan berpikir tersebut, fakta-fakta yang sampai sekarang tidak mampu diketahuinya, lambat-laun mulai terbuka di hadapannya. Semakin dalam ia berpikir, semakin bertambahlah kemampuan berpikirnya dan hal ini mungkin sekali berlaku bagi setiap orang. Harus disadari bahwa tiap orang mempunyai kebutuhan untuk berpikir serta menggunakan akalnya semaksimal mungkin.

Berpikirlah

Pernahkah memikirkan, Anda tidak ada sebelum dilahirkan ke dunia ini dan telah diciptakan dari sebuah ketiadaan?

Pernahkah Anda berpikir, bagaimana bunga yang setiap hari dilihat di ruang tamu, tumbuh dari tanah hitam, ternyata memiliki wangi harum dan tampil berwarna-warni?

(hamdiakhsan.blogspot.com)

Pernahkah memikirkan seekor nyamuk yang sangat mengganggu ketika terbang mengitari Anda, mengepakkan sayapnya dengan kecepatan yang sedemikian tinggi sehingga kita tidak mampu melihatnya?

Pernahkah Anda berpikir, lapisan luar dari buah-buahan –seperti pisang, semangka, melon dan jeruk– berfungsi sebagai pembungkus sangat berkualitas, yang menutup daging buah sedemikian rupa sehingga rasa dan keharumannya tetap terjaga?

Pernahkah memikirkan kemungkinan gempa bumi datang secara tiba-tiba ketika Anda sedang tidur, yang menghancurluluhkan rumah, kantor dan kota sampai rata dengan tanah, sehingga dalam tempo beberapa detik saja Anda pun kehilangan segala sesuatu yang dimiliki di dunia ini?

Pernahkah berpikir kehidupan berlalu dengan sangat cepat, Anda pun menjadi semakin tua dan lemah, dan lambat laun kehilangan ketampanan atau kecantikan, kesehatan dan kekuatan?

Pernahkan Anda memikirkan suatu hari nanti, malaikat maut yang diutus Allah akan datang menjemput Anda meninggalkan dunia ini?

(asepyudha.staff.uns.ac.id)

Jika demikian, pernahkan Anda berpikir, mengapa manusia demikian terbelenggu oleh kehidupan dunia yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan dan yang seharusnya mereka jadikan sebagai tempat untuk bekerja keras dalam meraih kebahagiaan hidup di akhirat? Manusia adalah makhluk yang dilengkapi Allah sarana berpikir. Namun sayang, kebanyakan mereka tidak menggunakan sarana yang teramat penting ini sebagaimana mestinya. Bahkan pada kenyataannya sebagian manusia hampir tidak pernah berpikir.

Tujuan Penciptaan Diri

Seseorang yang tidak berpikir akan berada sangat jauh dari kebenaran dan menjalani sebuah kehidupan yang penuh kepalsuan dan kesesatan. Akibatnya, ia tidak akan mengetahui tujuan penciptaan alam dan arti keberadaan dirinya di dunia. Padahal, Allah telah menciptakan segala sesuatu untuk sebuah tujuan, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an.

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. (QS. Ad-Dukhaan, 44: 38-39). “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minuun, 23:115).

Oleh karena itu, yang paling pertama kali wajib dipikirkan secara mendalam oleh setiap orang ialah tujuan dari penciptaan dirinya. Baru kemudian segala sesuatu yang ia lihat di alam sekitar, serta segala kejadian atau peristiwa yang dijumpai selama hidupnya. Manusia yang tidak memikirkan hal ini, hanya akan mengetahui kenyataan-kenyataan tersebut setelah ia mati. Yakni ketika ia mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya di hadapan Allah, namun sayang sudah terlambat.

(ari-punya-blog.blogspot.com)

Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa pada hari penghisaban, tiap manusia akan berpikir dan menyaksikan kebenaran atau kenyataan tersebut, “Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”. (QS. Al-Fajr, 89:23-24).

Padahal, Allah telah memberikan kita kesempatan hidup di dunia. Berpikir atau merenung untuk kemudian mengambil kesimpulan atau pelajaran-pelajaran dari yang kita renungkan untuk memahami kebenaran, akan menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi kehidupan di akhirat kelak. Dengan alasan inilah, Allah mewajibkan seluruh manusia, melalui para Nabi dan Kitab-kitab-Nya, untuk memikirkan dan merenungkan penciptaan diri mereka sendiri dan jagad raya.

Sebagaimana firman-Nya, “Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya”. (QS. Ar-Ruum, 30: 8).

(Dikutip dari: http://ervakurniawan.wordpress.com/category/kumpulan-artikel-islam/)