Category: Pendidikan



(abdi-husairi.blogspot.com)

Oleh Riyan Nuryadin

Pembumian wacana multikulturalisme pada ranah pendidikan formal (sekolah) dewasa ini semakin menggeliat. Maraknya gagasan multikulturalisme disertai dengan penyebaran isu pendahuluan: banyaknya peristiwa bentrokan dan konflik horizontal di tengah masyarakat. Berbagai pihak kemudian menyuarakan gagasan ini lebih keras dan diimplementasikan lebih dini dalam kurikulum pendidikan.

Baca lebih lanjut

Iklan

(abdi-husairi.blogspot.com)

Oleh Riyan Nuryadin

Pembumian wacana multikulturalisme pada ranah pendidikan formal (sekolah) dewasa ini semakin menggeliat. Maraknya gagasan multikulturalisme disertai dengan penyebaran isu pendahuluan berupa banyaknya peristiwa bentrokan dan konflik horizontal di tengah masyarakat. Berbagai pihak kemudian menyuarakan gagasan ini lebih keras dan diimplementasikan lebih dini dalam kurikulum pendidikan.

Baca lebih lanjut

Persiapan Anak Sekolah


(andri4wijaya.wordpress.com)

Oleh Mufti Ali

Tahun ajaran baru selalu membuat orang tua menjadi sibuk. Selain mencari sekolah yang dianggap baik –juga biaya yang semakin mahal– anak juga harus disiapkan kemampuannya, bahkan sampai ada Taman Kanak-kanak (TK) yang melakukan tes masuk untuk calon murid-murinya. Sebagian orangtua menganggap hal tersebut merupakan aturan yang berlebihan, sebagian menganggap biasa. Tidak jarang pula Play Group yang memberikan tugas pada anak di rumah (PR), agar kelak siap masuk taman kanak-kanak.

Baca lebih lanjut

Ramadhan. Bulan Pendidikan


(pemudagombak.com)

Oleh Prof. Dr. H. Imam Suprayogo*

Bulan Ramadhan disebut juga sebagai syahrul at-Tarbiyah atau bulan pendidikan. Lingkup pendidikan yang dimaksud adalah sedemikian luas, menyangkut tarbiyah jasadiyah, tarbiyah fikriyah, dan tarbiyah qolbiyah. Proses pendidikan itu berjalan selama sebulan penuh, dan bagi mereka yang lulus, maka disebut sebagai seorang yang bertaqwa.

Baca lebih lanjut

Kemampuan Mengelola Diri


Oleh Timothy Wibowo

Kita sebagai orangtua seringkali mengikutkan anak kita berbagai macam les tambahan di luar sekolah seperti les matematika, les bahasa inggris, les fisika dan lain-lain. Saya yakin hal ini kita dilakukan untuk mendukung anak agar tidak tertinggal atau menjadi yang unggul di sekolah. Bahkan, terkadang ide awal mengikuti les tersebut tidak datang dari si anak, namun datang dari kita sebagaiorangtua Benar tidak?

Baca lebih lanjut

Pendidikan Cara Rasulullah saw (2)


Pelayanan bagi Pertumbuhan Manusia

(assaadahulujami.wordpress.com)

Oleh Imron Fauzi

Pendidikan Islam seharusnya bertujuan mencapai pertumbuhan yang seimbang dalam kepribadian manusia  secara total, melalui pelatihan spiritual, kecerdasan, rasio, perasaan, dan panca indera. Oleh karena itu, pendidikan Islam seharusnya pelayanan bagi pertumbuhan manusia  dalam segala aspeknya, yang meliputi aspek spiritual, intelektual, imajinasi, fisik, ilmiah, linguistik –baik secara individu– maupun secara kolektif dan memotivasi semua aspek tersebut kepada kebaikan dan pencapaian kesempurnaan. Tujuan akhir pendidikan bertumpu pada terealisasinya ketundukan kepada Allah, baik dalam level individu, komunitas, dan manusia secara luas.

Baca lebih lanjut

Pendidikan Cara Rasulullah saw (1)


(assaadahulujami.wordpress.com)

Memperbaiki Mental dan Pola Pikir

Oleh Imron Fauzi

Visi pendidikan Islam yang diaplikasikan oleh Rasulullah Saw sesungguhnya melekat pada cita-cita dan tujuan jangka panjang ajaran Islam itu sendiri, yaitu mewujudkan rahmat bagi seluruh manusia, sesuai dengan firman Allah berikut ini: “Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.[1]

Baca lebih lanjut

Penurunan Kualitas Usia Psikologis


(Dikutip dari: http://www.pendidikankarakter.com/)

Sebelum kita membahas topik ini lebih jauh lagi saya akan memberikan data dan fakta berikut:

  • 158 kepala daerah tersangkut korupsi sepanjang 2004-2011
  • 42 anggota DPR terseret korupsi pada kurun waktu 2008-2011
  • 30 anggota DPR periode 1999-2004 terlibat kasus suap pemilihan DGS BI
  • Kasus korupsi terjadi diberbagai lembaga seperti KPU,KY, KPPU, Ditjen Pajak, BI, dan BKPM

Sumber : Litbang Kompas

Kini setelah membaca fakta diatas, apa yang ada dipikran Anda? Cobalah melihat lebih ke atas sedikit, lebih tepatnya judul artikel ini. Yah, itu adalah usulan saya untuk beberapa kasus yang membuat hati di dada kita ‘terhentak’ membaca kelakuan para pejabat Negara.

Baca lebih lanjut


Pembaca Budiman,
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional,
mulai 2 Mei 2012, pada tiap hari Rabu selama bulan Mei 2012
Redaksi akan menurunkan tulisan serial tentang pendidikan.
Selamat mengikuti…

=============================================================================================

Pendidikan Karakter dalam Perspektif Holistik Islami

 Oleh DR. Amie Primarni

DR Amie Primarni

Sengaja judul ini diambil, bukan untuk menekankan pada aspek pendidikan karakternya, melainkan pada praksis pendidikan holistik Islami. Selain pembahasan pendidikan karakter telah banyak dibahas, namun menurut saya persoalan filosofi pendidikan yang mendasarinya belumlah menjadi topik yang tuntas terbahas.

Tidak mudah memang untuk mengkritisi perbedaan sudut pandang. Sebagaimana ilmu pengetahuan, selama mereka berlandaskan pada kesepakatan yang berlaku validasi yang dihasilkan akan dinyatakan benar. Sebagaimana pula halnya ilmu pengetahuan, polemik pemikiran pastilah selalu berkembang. Di satu sisi, hal ini memberikan ruang agar manusia menggunakan akal pikiran dan mengoptimalkan kecerdasannya. Namun, di sisi lain –tanpa ada fondasi kuat yang membangunnya– ilmu pengetahuan akan kehilangan arah.

Baca lebih lanjut


Pembaca Budiman,
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional,
mulai 2 Mei 2012, pada tiap hari Rabu selama bulan Mei 2012
Redaksi akan menurunkan tulisan serial tentang pendidikan.
Selamat mengikuti…

=============================================================================================

Kesalehan, Standar Utama Pendidik

DR Amie Primarni

Oleh DR. Amie Primarni

Dalam model pendidik Islami, integritas ahlak, moral dan etik (adab) menjadi pilar utama bagi seorang pendidik. Pendidik tidak bisa berperilaku yang menyimpang. Jika merujuk pada standar pendidikan Imam Al-Ghazali misalnya, maka sosok pendidik tidak cukup hanya cerdas dan ahli dalam keilmuan. Melainkan harus memiliki ketaatan dalam ibadah, dan bukan sebagai sebuah pekerjaan yang dibayar atau menentukan bayaran.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: