Category: Figur


Sepatu Bolong Ahmadinejad


Legenda Hidup yang Memesona Dunia

Oleh Chamsana Bachtarudin

Presiden bersahaja

Presiden Iran, Ahmadinejad, tinggal bukan di istana, melainkan bersama penduduk miskin di gang buntu. Tak punya sofa. Ke mana-mana naik mobil tua. Sepatunya hanya satu dan bolong-bolong pula. Ia hanya mengambil seperempat dari gajinya sebagai Presiden, sisanya dikembalikan pada negara.

Ia adalah seorang tokoh di dunia nyata yang berhasil membuat dunia terpesona dengan kebijakannya, yang jauh dari kemewahan seorang pemimpin. Seberapa sederhanakah beliau ini? Let me tell you, berikut sebagian yang saya baca dari beberapa sumber. Baca lebih lanjut

Iklan

Mendorong Teman Meraih Mimpi


Meliuk Anggun di Atas Es dengan Jilbab

Zahra Lari
dari Abu Dhabi

(Dikutip dari Jurnal Nasional, 20 Apr 2012)

SEMENTARA pemakaian jilbab dalam olahraga sepak bola perempuan masih diperdebatkan, dalam olahraga ice skating seorang perempuan Uni Emirat Arab bisa unjuk kebolehan dengan tetap mengenakan jilbab. Berbeda dengan FIFA yang masih melarang jilbab, dalam olahraga yang melombakan keindahan meluncur di atas es ini jilbab tidak dilarang.

Baca lebih lanjut

Mengembalikan Semangat Bangkit


Bukan Sekadar Kancing

Oleh Ella – Komala Ahadiati

Ella Komala Ahadiati

Setiap bencana yang mengiris hati, seburuk apa pun, tetap saja masih menyisakan harapan bagi manusia kreatif. Tidak ada yang musnah, karena selagi diberi hidup, akal dan kekuatan, segera mereka menggunakan kesempatan untuk bangkit dengan sebaik-baiknya.

Ketika Jepang dibom, hingga Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak. Beberapa tahun kemudian mereka mampu bangkit, dan menjelma menjadi negara yang kuat di Asia. Kondisi itu rupanya mengajari mereka untuk kembali bangkit, setelah gempa bumi dahsyat yang disertai Tsunami pada tahun lalu.

Inilah yang saat ini menitis ke Design 21, sebuah lembaga sosial di Jepang yang bekerjasama dengan UNESCO. Mereka merangkai komunitas untuk membangkitkan harapan dan mengembalikan semangat, membangun kembali bumi yang terkoyak bencana. Untuk itu, lantas mengadakan sayembara “Japan Earthquake Relief” pada pertengahan tahun lalu yang diikuti peserta dari berbagai negara.

Baca lebih lanjut

Memasyarakatkan Busana Muslimah


Anne Rufaidah, Jihad yang Berlanjut

oleh Ella – Komala Ahadiati

Anne Rufaidah

Anne Rufaidah

Saya masih ingat, ketika itu —Teh Anne— begitu kami biasa memanggilnya, mengajari saya dengan sabar membuat desain baju muslimah. Di satu sisi, kala itu, saya menikmatinya, karena suka menggambar, Namun di sisi lain, saya sadar betul, kesabaran Teh Anne adalah bagian dari perjuangan perempuan berkerudung nan cantik ini.

Kala itu saya masih murid SMA –yang dekat lokasinya dengan Masjid Salman di Institut Teknologi Bandung (ITB)– tempat Teh Anne masih kuliah di Seni Rupa. Masa-masa yang menegangkan, karena masih banyak teman kami yang dikeluarkan sekolah karena berkerudung. Di selasar Masjid ini, mereka –dari sekolah-sekolah terdekat– dibantu para mahasiswa untuk tetap belajar.

Bantuan yang diberikan, bukan cuma perkara pakaian. Juga semangat kami untuk menegakkan kebenaran, pada masa itu sedang berkobar. Jadilah ITB sebagai salah satu kampus perjuangan orang-orang akademisi.

Sementara pro-kontra berkerudung di sekolah memanas, rancangan-rancangan Teh Anne terbit di media Salman. Desain- desain busana Muslimah yang kreatif dan menarik, sedikit demi sedikit mengubah pandangan negatif masyarakat. Tidak berhenti di situ, Teh Anne kemudian membuat pula busana-busana Muslimah yang siap pakai. Maka, keindahan busana Muslimah itu menjadi nyata di mata publik. Inilah jihadnya para akademisi seni.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: