Category: Parodi


Berpuasa, Tapi Sia-sia


(nasoha.com)

Ibadah puasa memiliki kedudukan tersendiri di sisi Allah سبحانه وتعلى Allah akan memberikan pahala yang berlipat ganda sesuai kualitas puasa yang dilakukan seorang hamba. Semakin tinggi kualitas puasanya, semakin banyak pula pahala yang didapatnya, yaitu puasa yang tidak hanya sekadar manahan lapar dan dahaga. Puasa merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh Allah سبحانه وتعلى. Hal ini sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

“Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah berkata, “Kecuali puasa, Aku yang akan membalas orang yang mengerjakannya, karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsu dan makannya karena Aku.” (HR. Muslim).

Baca lebih lanjut

Iklan

Fesyen yang Merusak Citra


(amiratulnadiahhasan.wordpress.com)

Oleh Ervan Subagyo

Pemandangan wanita berjilbab dengan celana ketat dan baju yang tipis lagi pendek, sudah menjadi pemandangan mata setiap hari saat kita berada di jalan, di kampus, dsb. Tak kurang juga pakaian wanita yang berjilbab, lebih seksi dari wanita tidak bejilbab. Tidak kurang juga wanita berjilbab lebih buruk perangainya, dari wanita tidak berjilbab.

Tanda Benarnya Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Baca lebih lanjut

Arti Demokrasi


Azhmy F Mahyddin

Oleh Azhmy F Mahyddin

Selaku seorang Guru SMA, Tresnowati mengadakan kuis –sebagai penyegar pikiran– ke para siswanya di kelas. Tema yang diambilnya adalah ‘Arti Demokrasi,’ dan siswa boleh menjawab dengan pernyataan singkat maupun karangan bebas. Waktu yang diberikan hanya 20 menit, dan setelah itu sisa dari satu jam pelajaran digunakan untuk mendiskusikannya.

Ternyata, hampir sebagian besar siswa mengaitkan dengan aneka isu yang kini tengah menghangat di media massa. Baca lebih lanjut

Ambisi, Potensi dan Introspeksi


Memperhitungkan Perilaku

Oleh Azhmy F Mahyddin

Azhmy F Mahyddin

Tresnowati berduka. Di organisasinya, kini tengah diadakan Pemilihan Ketua yang baru. Semua anggota mulai kasak-kusuk. Mereka kemudian terpecah menjadi kelompok-kelompok yang mencalonkan tiga kandidat. Kandidat pertama adalah inkamben, yang didukung mereka yang tengah menjabat sebagai pengurus dan berambisi menjadi pengurus. Kandidat kedua berasal dari kubu oposisi, yang kemudian menjagokan sesosok boneka untuk melaksanakan semua kepentingan mereka yang bersembunyi di balik layar. Kandidat ketiga diusulkan oleh mereka yang memproklamirkan diri sebagai Kelompok Penengah, dengan pernyataan agar suasana kembali damai. Meski siapa tahu, mereka juga mempunyai kepentingan yang masih dirahasiakan.

Lantas, apa hubungannya hingga Tresnowati malah berduka?

Baca lebih lanjut

Tanggap Sebatas Permukaan


Hiperbolisme Isu Bola Salju

Oleh Azhmy F Mahyddin

Azhmy F Mahyddin

Teori ‘Bola Salju’ ternyata benar adanya. Tresnawati tersenyum. Baru saja ia mendengar gunjingan tetangga tentang sikap pak Ricky, yang menjawab ketus saat terpergok membeli bensin premium untuk BMW 520 i miliknya di SPBU cukup jauh dari kompleks perumahan mereka. Padahal bu Rochim sekadar menyampaikan say hello, menurut bu Fitni yang memang tengah mendampingi bu Rochim berbelanja dan cuci mata.

Baca lebih lanjut

Pepesan Kosong Pencitraan


Beri Bantuan Masyarakat, Oh, Bukan Beban Menyengsarakan
(BBM, Oh, BBM)

Oleh Azhmy F Mahyddin

Azhmy F Mahyddin

Petang ini Tresnawati sumringah. Kalkulator dan kertas-kertas bertuliskan angka, berserakan di meja kerjanya. Sebagai seorang Master bidang Ekonomi, ia telah menghitung dengan cukup rinci.  Keinginan untuk  membantu rakyat kecil akan dapat terlaksana, tanpa mengganggu belanja rumah tangganya. Tak sabar rasanya, ia ingin segera menyampaikan ide dan hasil perhitungan ini kepada suaminya.

Dalam kebahagiaannya, Tres –begitu panggilan akrabnya– tak lupa sujud syukur. “Ya Allah, terima kasih karuniaMu. Rezeki yang Engkau berkahi ini, akan segera kubagi kepada hamba-hambaMu yang lain. Berikan hamba kekuatan pengaruh, agar ide ini dapat disetujui suami dan teman-teman. Supaya kami dapat membantu lebih banyak saudara sesama Muslim yang dhuafa.. Aamiin ya Rabb..” Baca lebih lanjut

Menjabat bagai Benalu


Ingin Kepastian Profesional

Oleh Azhmy F Mahyddin

Azhmy F Mahyddin

Tidak adil, sungguh! Begitu yang terlintas dalam pikiran Tresnowati. Ia baru saja mendengar isu akan ada pembatasan rekrutmen pegawai negeri sipil. Betapa tidak, ia sudah menjadi guru honorer SMUN sejak tahun 2009 di kota yang tidak terlalu jauh dari megapolitan ibukota. Semua kegundahannya ini, karena menuruti pesan mendiang ayahnya.

“Kalau kamu sudah menikah nanti dan diizinkan suamimu, lanjutkanlah berkarier, Kalau bisa, sih, jadilah pegawai negeri, biar dapat melakukan semua peranmu,” pesan ayahnya, yang mantan guru SMU.

Saat itu Tres –begitu panggilan akrabnya– baru saja diterima di perusahaan media sebagai wartawan. Magister bidang ekonomi yang diperolehnya tiga bulan lalu –dan wajah cantik, kata teman-temannya– mempercepat terkabul keinginan menggebu dalam dirinya memperoleh predikat wartawan, yang memang sangat dikagumi sepak terjangnya.

Baca lebih lanjut

Mengenali Sikap Dhalim Dalam Diri


Kacung Dipancung

oleh Uki Bayu Sedjati

Uki Bayu Sedjati

Kacung, jongos, bediende, pesuruh, pembantu ternyata memang warisan dari kolonial. Koloni itu wilayah, maka kolonial adalah nafsu menguasai wilayah. Sifat sikap manusia menguasai manusia lain oleh ahli kemasyarakatan dinyatakan sebagai homo homini lupus alias manusia serigala bagi manusia lainnya. Praktek yang paling jelas adalah jual-beli budak belian. Bahasa sekarang: trafficking. Setelah menguasai wilayah melalui perang penaklukan atau pun bujuk rayu dusta – tipu daya perjanjian maka mereka yang penguasa merasa boleh seenak perutnya mengangkangi yang dikuasai. Misal:

Baca lebih lanjut

Panggung Sandiwara


Rakyat Negeri di Awan

Oleh Azhmy F Mahyddin 

Foto: Istimewa

Menyimak tayangan Sarasehan Anak Negeribertopik “Menyelamatkan Negeri Auto Pilot” di MetroTV (12/01/2012) sungguh membuat senyum tersimpul dengan hati teriris.

Betapa tidak, bila semua debat brilian itu pada faktanya belum tercermin dalam upaya konkret recovery sistem bernegara dan berbangsa. Semua hanya menguap sebagai wacana, tiada berdampak nyata.  Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: