Category: Surau Jurnalisme


Mengasah Bakat Menulis (23)


Maskun Iskandar

Kok, Memengaruhi?
Enakan Mempengaruhi!


Oleh
Maskun Iskandar

Mengapa memengaruhi bukan mempengaruhi?
Mengapa mematahkan bukan mempatahkan? Memutuskan bukan memputuskan.
Akan tetapi, mengapa memperhatikan bukan memerhatikan? Mengapa mempunyai bukan memunyai?
Apa beda mencuci dan menyuci?
Mengapa menyontek, bukan mencontek?

Baca lebih lanjut

Iklan

Maskun Iskandar

Mengelola Penerbitan Intern (3)

(Seri 9)


Oleh Maskun Iskandar

===================================

Pokok bahasan lanjutan:

8. Permasalahan Penerbitan Intern

===================================

Di lingkungan intern organisasi biasanya banyak sekali orang yang ahli di bidangnya. Banyak sekali hal yang dapat ditulis di bidang tersebut. Yang menjadi persoalan: di lingkungan organisasi kekurangan penulis mahir atau kekurangan orang yang berminat menjadi penulis

Baca lebih lanjut


Maskun Iskandar

Mengelola Penerbitan Intern (2)

(Seri 9)


Oleh Maskun Iskandar

===================================

Pokok bahasan lanjutan:

4. Isi Penerbitan Intern
5. Mengumpulkan Bahan Tulisan
6. Proses Kegiatan Keredaksian
7. Rincian Tugas Pengelola
===================================

Komposisi isi media penerbitan penting diperhatikan untuk menjaring minat pembaca.  Masalahnya, selera pembaca itu beragam-ragam. Oleh karena itu, isi penerbitan harus merupakan mozaik yang menampung berbagai kebutuhan pembaca

Baca lebih lanjut


Maskun Iskandar

Mengelola Penerbitan Intern (1)

(Seri 9)


Oleh Maskun Iskandar

===================================

Pokok bahasan:

1. Fungsi Media Intern
2. Ciri-Ciri Penerbitan Intern
3. Bentuk Penerbitan
===================================

Penerbitan intern atau media intern kadang dianggap hanya memboroskan uang, padahal di sebalik itu ada manfaat tak ternilai yang kadang-kadang tidak kita sadari

K

aryawan suatu perusahaan milik negara ramai-ramai berunjuk rasa. Mereka menentang pengangkatan direktur utama yang baru. Apa reaksi Pak Dirut? Ada banyak hal yang ia lakukan. Satu di antaranya menyuruh kepala bagian humas menerbitkan majalah intern. Dalam salah satu penerbitan majalah intern tersebut dimuat suatu tulisan laporan yang menceritakan bahwa direksi mengajak karyawan yang berprestasi untuk piknik ke luar negeri. Pengaruh tulisan itu ternyata luar biasa. Apa dan bagaimana pengaruh tersebut? Mari kita simak:

Baca lebih lanjut


Maskun Iskandar

Memengaruhi Opini Publik
Melalui Kolom
(2)

(Seri 8)


Oleh
Maskun Iskandar

===================================

Pokok bahasan lanjutan:

  1. Persyaratan Penulis Kolom
  2. Teknik Menulis
  3. Kepiawaian Menyusun Tulisan
  4. Bahasa yang Efektif dan Komunikatif

===================================

3. Persyaratan Penulis Kolom

Penulis kolom itu orang yang berada di luar jajaran redaksi, sedangkan ia menulis untuk media massa. Dengan demikian, dia harus memahami keredaksian. Untuk itu kolumnis harus memenuhi persyarat sebagai berikut.

Baca lebih lanjut


Maskun Iskandar

Memengaruhi Opini Publik
Melalui Kolom
(1)

(Seri 8)


Oleh
Maskun Iskandar

===================================

Pokok bahasan:

  1. Jenis-Jenis Artikel Opini
  2. Tujuan Tulisan Kolom
  3. Persyaratan Penulis Kolom
  4. Teknik Menulis
  5. Kepiawaian Menyusun Tulisan
  6. Bahasa yang Efektif dan Komunikatif

===================================

Kearifan tua bilang, “Bukan hidup buat makan, melainkan makan buat hidup.” Baiklah. Soalnya, makan apa? Buat orang Tionghoa gampang saja. Perutnya pragmatik. Simaklah pepatahnya, “Segala rupa yang berkaki bisa digoreng, kecuali kursi. Segala rupa yang terbang di langit bisa dipanggang, kecuali layangan.” Mahatma Gandhi lain.  Dilarangnya makan buah-buahan, apabila mau betul-betul amalkan “karma yogi”, supaya peroleh jiwa sempurna, bebas nafsu, desirelessness. Ini belum seberapa. Burton di dalam Anatomy of Melancholy lebih gawat dari itu. Di samping buah-buahan, jangan pula jamah sayur-mayur, khusus kol, karena “bikin mimpi buruk dan otak dungu.”

                                                            H. Mahbub Djunaidi
Tempo, 18 Agustus 1973

Baca lebih lanjut


Maskun Iskandar

Menyunting Itu Membosankan,
Tetapi Juga Menyenangkan
(2)

(Seri 7)


Oleh
Maskun Iskandar

===================================

Pokok bahasan lanjutan:

  1. Tolok ukur naskah layak muat (lanjutan)
  2. Problem-problem menyunting
  3. Beberapa Contoh penyuntingan

===================================

Ad 2. Segmen Pembaca

Tiap penerbitan pers mempunyai kelompok pembaca masing-masing. Pengelompokan ini  didasarkan pada:

  • Usia
  • Jenis pekerjaan dan penghasilan
  • Tempat tinggal
  • Hal yang disukai dan tidak disukai
  • Hobi
  • Dll.

Baca lebih lanjut

Mengasah Bakat Menulis (16)


Maskun Iskandar

Menyunting Itu Membosankan,
Tetapi Juga Menyenangkan
(1)

(Seri 7)


Oleh
Maskun Iskandar

===================================

Pokok bahasan:

  1. Karakter redaktur
  2. Tolok ukur naskah layak muat

===================================

Ada 41 orang yang dibawa ke rumah sakit, termasuk enam orang yang meninggal. Di Garut saja setidaknya ada sembilan orang yang meninggal dunia, namun sebagian tidak melapor dan tidak juga dibawa ke rumah sakit.

Seorang redaktur  koran Jakara tertegun ketika mengedit naskah yang ia terima dari korespondennya di Garut, Jawa Barat. Koresponden tersebut melaporkan bahwa kemarin terjadi gempa dahsyat di Garut, Tasikmalaya, dan sekitarnya. Rumah roboh. Tiang ambruk. Genting pecah berantakan. Tembok berguguran. Korban bergelimpangan. Ada yang tergencet. Ada yang tertimbun reruntuhan. Puluhan orang menderita luka berat, sebagian di antaranya tewas.

Baca lebih lanjut


Maskun Iskandar

Redaktur Itu Jantung Surat Kabar
Jantung Itu Kerap Berdebar (2)

(Seri 6)


Oleh
Maskun Iskandar

===================================

Pokok bahasan lanjutan:

2. Redaktur sebagai pemimpin
3. Redaktur sebagai penyunting
4. Konsekuensi tugas redaktur

===================================

2. Redaktur sebagai Pemimpin

Editor naskah tersebut dikelilingi oleh tiga kepentingan yang sering tidak sejalan, bahkan bertentangan, yakni antara kepentingan:

  • Narasumber yang opininya disalurkan lewat berita  wartawan,
  • Pemilik media yang lazimnya berorientasi bisnis.
  • Pembaca yang beraneka ragam kebutuhannya.

Baca lebih lanjut


Maskun Iskandar

Redaktur Itu Jantung Surat Kabar
Jantung Itu Kerap Berdebar (1)

(Seri 6)


Oleh
Maskun Iskandar

===================================

Pokok bahasan:

  1. Sosok Redaktur

===================================

Seorang wartawan memperoleh berita dari kepolisian. Ada perampokan di taksi. Korbannya wanita kaya separuh baya. Sopir taksi menyimpang ke jalan sepi dalam gelap malam. Seperti yang sering terjadi, taksi berhenti. Di sana tiga perampok sudah menanti. Mereka menguras harta mangsanya, termasuk telepon seluler. Korban diikat, mulutnya disumbat, lalu digulingkan ke selokan. Menjelang subuh si ibu ditemukan oleh tukang sayur. Kemudian diantarkan ke kantor polisi. Wartawan memberitakan kejadian ini. Cuma berita kecil. Yang besar justru peristiwa setelah itu.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: