Category: Seri Kedua


Mengasah Bakat Menulis (4)


Maskun Iskandar

Ingin Lancar?
Buatlah Kerangka Tulisan
(Seri 2)

Oleh Maskun Iskandar

===============

Bila Anda merasa:

  • susah memulai suatu tulisan,
  • atau tulisan tidak terfokus,
  • tulisan terasa kering,
  • struktur tidak teratur,
  • penuh oleh coretan redaktur,

Masalahnya mungkin karena Anda tidak membuat “kerangka tulisan.”
Begini contohnya:

===============

H

ujan sejak subuh tadi masih menyisakan gerimis. Serombongan kaum ibu berjingkat-jingkat  di tanah becek dan licin. Akan tetapi, tak urung pakaian bagus para pengurus Persatuan Istri Karyawan (PIK) itu terciprat lumpur dan sepatu pun berlepotan, padahal mereka hendak bertamu kepada mantan pejabat. Kunjungan ini bagian dari kegiatan memperingati hari ulang tahun organisasi yang dulu bernama Dharma Wanita. Tahun ini mereka mendatangi para pensiunan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. “Biar menjadi kejutan,” kata ketua panitia. Akan tetapi, tanpa disangka justru mereka sendiri yang terkejut sewaktu bertandang ke rumah seorang pensiunan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Mengasah Bakat Menulis (3)


Maskun Iskandar

Tiba-Tiba,Slap,
Ada Ide Hinggap!
(Seri 2)

oleh Maskun Iskandar

=====================================

Pokok bahasan:

  1. Bagaimana memperoleh ide?
  2. Bagaimana cara mengolah ide?

=====================================

M

embuat tulisan itu seperti  menulis surat cinta: susah sekali memulai. Baru dapat satu dua kalimat, eh, terasa jelek. Lalu, kertas diremas-remas. Dibuang. Kemudian, menulis lagi. Gagal lagi. Diremas lagi semakin gemas. Begitulah, mengawali tulisan memang tidak mudah. Itu kesulitan yang dialami oleh setiap penulis. Mengapa sukar? Ini karena salah kita. Bukankah Anda juga menganggap bahwa membuat tulisan itu dimulai dengan bagian pembuka? Nah, justru di situlah letak kekeliruan itu.

Jika bukan dari alinea awal, lantas dari mana  harus kita mulai?

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: