Category: Puisi


Puisi-puisi Sufi Hamzah Al Fansuri


Hamzah Al Fansuri

Petikan Syair Dagang

Hai sekalian kita yang kurang
nafsumu itu lawan berperang
jangan hendak lebih baiklah kurang
janganlah sama dengan orang

Amati-amati membuang diri
menjadi dagang segenap diri
baik-baik engkau fikiri
supaya dapat emas sendiri

Baca lebih lanjut

Iklan

Puisi-puisi D. Zamawi Imron


D. Zamawi Imron

Kafilah Nurani I

Sesal dan lelah
Memang milik manusia
Menang dan kalah
Kita terima dengan senyum yang lega
Derap yang mengalir di dasar sungai purba
Sebut saja airmata arwah
Meminum jangan setetes
Sebab dahaga bisa juga menggelapkan mata
Tenggaklah sepuas-puasnya
Sampai senyummu mawar
Dan matamu sinar yang pijar
Saat langit dan bumi bersatu dalam Sabda
Tibalah saatnya
Kau hunus badik cahaya dari sarung sejarah

Baca lebih lanjut

Puisi-puisi Cinta Kahlil Gibran


Cinta yang Agung

Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak berhasil,
Bebaskan dirimu,
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi..

Baca lebih lanjut

Puisi-puisi Amir Hamzah


Amir Hamzah

Karena KasihMu

Karena kasihMu
Engkau tentukan waktu
Sehari lima kali kita bertemu

Aku anginkan rupamu
Kulebihi sekali
Sebelum cuaca menali sutera

Baca lebih lanjut

Puisi-puisi Jalaluddin Rumi


Jalaluddin Rumi – 1207-1273
(kampoengsufi.wordpress.com)

Tindakan dan Kata-kata

Aku memberi orang-orang
apa yang mereka inginkan.
Aku membawakan sajak karena mereka
menyukainya sebagai hiburan.
Di negaraku, orang tidak menyukai puisi.
Sudah lama aku mencari orang yang
menginginkan tindakan, tetapi
mereka semua ingin kata-kata.
Aku siap menunjukkan tindakan pada kalian;
tetapi tidak seorang pun akan menyikapinya.
Maka aku hadirkan padamu — kata-kata.
Ketidakpedulian yang bodoh
akhirnya membahayakan,
Bagaimanapun hatinya satu denganmu.

Baca lebih lanjut

Puisi-puisi Chairil Anwar


Chairil Anwar

Malam

Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
–Thermopyles?-
– jagal tidak dikenal? –
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang

Baca lebih lanjut

Puisi-puisi Emha Ainun Nadjib


Emha Ainun Nadjib

Doa Sehelai Daun Kering

Jangankan suaraku, ya ‘Aziz
Sedangkan firmanMu pun diabaikan

Jangankan ucapanku, ya Qawiy
Sedangkan ayatMu pun disepelekan

Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah
Sedangkan kasih sayangMu pun dibuang

Baca lebih lanjut

Puisi-puisi Taufiq Ismail


Taufiq Ismail

Mencari Sekolah yang Mengajarkan Rasa Malu

Seorang ibu membawa anaknya ke sekolah A
dia mengajukan permohonan
“Tolong, tolong anak saya diajari rasa malu,” katanya
Kemudian, jawab kepala sekolah
“Waaah, di sekolah kami tidak diajarkan rasa malu,”
“Loh, kenapa, pak?”
“Begini, Bu, ketika murid-murid nyontek, guru-guru kami pura-pura tidak tahu,”
“Ooooh…”

Baca lebih lanjut

Puisi-puisi K.H. Mustofa Bisri


K.H. Mustofa Bisri

Di Pelataran AgungMu Nan Lapang

Di pelataran agungMu
nan lapang kawanan burung merpati
sesekali sempat memunguti butir-butir
bebijian yang Engkau tebarkan
lalu terbang lagi
menggores-gores biru langit
melukis puja-puji
yang hening

Baca lebih lanjut

Puisi-puisi Buya Hamka


Nikmat Hidup

Setelah diri bertambah besar
di tempat kecil tak muat lagi,
Setelah harga bertambah tinggi
orang pun segan datang menawar,
Rumit beredar di tempat kecil
kerap bertemu kawan yang culas,
Laksana ombak di dalam gelas
diri merasai bagai terpencil,

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: