Category: Hikmah


Porsi Ujian Tuhan


(sarahabibah.blogspot.com)

Oleh Ramadhani Ray

Ketika kita ditimpa musibah, bencana, atau keadaan yang sulit, banyak dari kita yang meratapi nasib dan menyalahkan Tuhan. Misal: Kenapa harus saya yang mengalami ini? Kenapa bukan orang lain saja? Apa salah saya hingga Tuhan membiarkan saya mengalami musibah ini? Bagaimana bisa melanjutkan hidup dalam keadaan seperti ini? Mengapa hidup orang lain tampak begitu mulus dan mudah? Tuhan tidak adil!

Baca lebih lanjut

Iklan

Komitmen, Penyakit Lemahnya Dakwah


(wahdahsidrap.com)

Oleh Forum Pengkajian dan Pengamalan Islam FIK UI

Ketika seorang muslim telah merelakan dirinya untuk terjun dalam arena dakwah, maka ia telah membuat dua perjanjian, perjanjian dengan Allah untuk menegakkan syari’at Islam dan perjanjian dengan sebuah jama’ah. Berjanji, berarti ia mempunyai kewajiban untuk menepatinya, jika tidak memenuhi bisa digolongkan ke dalam golongan orang-orang munafik. Na’udzubillahi min dzalik.

(Baca juga: “Kiat Sukses Berdakwah”)

Baca lebih lanjut

Mereguk Hikmah Kembali ke Fitrah (2)


(nurulilmiunas.wordpress.com)

Oleh Ustadz Muzdoffar

IDUL FITRI selalu hadir sebagai penutup ibadah puasa Ramadhan setiap tahun. Sudah barang tentu kita semua –bersama seluruh kaum muslimin– senantiasa menyambut dan merayakannya dengan rasa penuh kegembiraan, keceriaan, kebahagiaan dan kesukacitaan. Namun yang perlu menjadi pertanyaan adalah, sudah benarkah sikap dan cara kita selama ini dalam memaknai, menyambut dan merayakan Idul Fitri? Ini yang harus selalu menjadi bahan renungan dan muhasabah (introspeksi atau evaluasi diri) kita setiap saat, khususnya setiap kali kita berjumpa dengan Idul Fitri seperti hari ini.

Baca lebih lanjut

Mereguk Hikmah Kembali ke Fitrah (1)


(nurulilmiunas.wordpress.com)

Oleh Ustadz Muzdoffar

IDUL FITRI selalu hadir sebagai penutup ibadah puasa Ramadhan setiap tahun. Sudah barang tentu kita semua –bersama seluruh kaum muslimin– senantiasa menyambut dan merayakannya dengan rasa penuh kegembiraan, keceriaan, kebahagiaan dan kesukacitaan. Namun yang perlu menjadi pertanyaan adalah, sudah benarkah sikap dan cara kita selama ini dalam memaknai, menyambut dan merayakan Idul Fitri? Ini yang harus selalu menjadi bahan renungan dan muhasabah (introspeksi atau evaluasi diri) kita setiap saat, khususnya setiap kali kita berjumpa dengan Idul Fitri seperti hari ini.

Baca lebih lanjut

Optimalkan Ibadah Ramadhan


Oleh Ilhamuddin Nukman

(wilisjuharini.com)

Bulan Ramadhan selalu hadir sebagai karunia bagi umat Islam, tentu saja karena itu kita seyogyanya tidak membiarkannya lewat begitu saja tanpa mengoptimalkan kehadirannya. Bulan Ramadhan adalah bulan memperbaiki diri, maka sudah tentu menjadi kewajiban bagi kita untuk memperbaiki, menata kembali, dan memperbaharui niat kita dalam kehidupan dan ibadah.

Saya membaca lembaran buletin Jum’at dan menemukan tulisan yang sangat baik tentang bulan puasa. Dalam tulisan ini saya bermaksud meringkas poin penting dalam buletin tersebut sehingga dapat menjadi pembelajaran yang baik bagi kita dalam meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan ini. Tulisan tersebut menyebutkan empat poin penting yang perlu diperhatikan dalam bulan Ramadhan, sehingga dapat menjadi referensi ibadah.

Baca lebih lanjut

Pintu Menuju Bulan Mulia (2)


(adhistacinta.blogspot.com)

Oleh  Ade Chandra*

Bulan Rajab yang di dalamnya ada momentum Isra’ Mi’raj, merupakan pintu menuju bulan-bulan mulia lainnya. Yaitu, bulan Sya’ban dan Ramadhan. Mulailah sejak saat ini kita berdoa, agar kita tetap hidup dan masih dapat melaksanakan sebanyak-banyaknya ibadah dibulan utama seperti bulan Ramadhan. Bersiap agar perbekalan kita untuk pulang kembali pada Allah SWT benar-benar cukup, untuk menyelamatkan hidup kita dunia dan akhirat. Maka, kiranya perlu kita gali secara mendalam hikmah luar biasa momentum Isra’ Mi’raj yang dirangkai dalam sembilan kata yaitu: (1) Islam, (2) Shalat, (3) Riadhus Shalihin, (4) Al-Qur’an, (5) Masjid, (6) Ihsan, (7) Rahmah, (8) Amal,  dan (9) Jannah.

Baca lebih lanjut

Pintu Menuju Bulan Mulia (1)


(adhistacinta.blogspot.com)

Oleh  Ade Chandra*

Bulan Rajab yang di dalamnya ada momentum Isra’ Mi’raj, merupakan pintu menuju bulan-bulan mulia lainnya. Yaitu, bulan Sya’ban dan Ramadhan. Mulailah sejak saat ini kita berdoa, agar kita tetap hidup dan masih dapat melaksanakan sebanyak-banyaknya ibadah dibulan utama seperti bulan Ramadhan. Bersiap agar perbekalan kita untuk pulang kembali pada Allah SWT benar-benar cukup, untuk menyelamatkan hidup kita dunia dan akhirat. Maka, kiranya perlu kita gali secara mendalam hikmah luar biasa momentum Isra’ Mi’raj yang dirangkai dalam sembilan kata yaitu: (1) Islam, (2) Shalat, (3) Riadhus Shalihin, (4) Al-Qur’an, (5) Masjid, (6) Ihsan, (7) Rahmah, (8) Amal,  dan (9) Jannah.

Baca lebih lanjut

Sebelum Ajal Datang Menjemput


(id-id.facebook.com)

Oleh Imam Nur Suharno

Dikisahkan bahwa Malaikat Maut (Izrail) bersahabat dengan Nabi Ya’kub AS. Suatu ketika Nabi Ya’kub berkata kepada Malaikat Maut. “Aku menginginkan sesuatu yang harus kamu penuhi sebagai tanda persaudaraan kita.” “Apakah itu?” tanya Malaikat Maut. “Jika ajalku telah dekat, beri tahu aku.” Malaikat Maut berkata, “Baik aku akan memenuhi permintaanmu, aku tidak hanya akan mengirim satu utusanku, namun aku akan mengirim dua atau tiga utusanku.” Setelah bersepakat, mereka kemudian berpisah.

(Baca juga: “Tanda Sebelum Hari Kematian”)

Baca lebih lanjut

Beranikah Mengingat Mati?


(santribaniimali.wordpress.com)

Oleh Ervan Subagyo

Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mati, hanya tidak ada di antara kita yang mengetahui kapan kematian itu akan datang.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Artinya: “Setiap jiwa pasti akan merasakan mati.

Baca lebih lanjut

Perjalanan Suci, Menenangkan Hati


(yudiyustinuralamsyah.
blogspot.com)

Oleh Dewan Asatidz

Sekarang kita telah memasuki separuh lebih bulan Rajab, yang pada akhir bulan ini kita sebagai muslim telah diingatkan kembali peristiwa besar dalam sejarah umat Islam. Sebuah peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah hidup (siirah) Rasulullah saw, yaitu diperjalankannya beliau (isra) dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Jerusalem, lalu dilanjutkan dengan perjalanan vertikal (mi’raj) dari Qubbah As Sakhrah menuju ke Sidrat al Muntaha (akhir penggapaian). Peristiwa ini terjadi antara 16-12 bulan sebelum Rasulullah SAW diperintahkan melakukan hijrah ke Yatsrib (Madinah).

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: