Category: Tasawuf


Hancurkan Dinding Ego Kalian


(konsultasipelajar.blogspot.com)

Oleh Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani

Armageddon akan terjadi, bukan karena Allah SWT; tetapi karena ego kalian, yang tidak pernah puas. Satu kata dari Rasulullah sallallahu  alaihi wassalam memperjelas semua situasi sekarang yang kita hadapi, “Aku berlindung kepada Allah dari pengetahuan yang tidak membawa manfaat kepada orang yang bersangkutan, atau bagi kemanusiaan.  Aku juga berlindung kepada Allah dari kejahatan ego yang hanya menginginkan kesenangan dan kenikmatan fisik, tidak ada yang lain.”  Semoga Allah mengampuni kita.  Kata-kata doa ini adalah sesuatu yang penting.

Baca lebih lanjut

Iklan

Mengungkap Keutamaan Zakat


(adicita.com)

Oleh As’ad Marlan*

Allah SWT telah menganugerahkan kepada kita semua berbagai nikmat. Salah satu di antaranya adalah kita selalu diberi rezeki yang tak pernah putus. Rezeki itu kita peroleh melalui berbagai usaha, baik melalui bidang pertanian, perdagangan, bidang jasa atau lainnya. Oleh sebab itu kita wajib bersyukur kepada-Nya dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan kepada kita, seperti mengeluarkan zakat dari harta kekayaan yang kita peroleh.

Jika kita sebagai umat Islam memiliki harta kekayaan dan sudah memenuhi syarat mengeluarkan zakat, maka wajiblah kita memberikan zakat kepada yang berhak menerima zakat. Allah SWT berfirman, “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah: 32).

Baca lebih lanjut

Di Zawiyyah Sebuah Masjid (2)


Emha Ainun Nadjib

Oleh Emha Ainun Nadjib

Sesudah shalat malam bersama, beberapa santri yang besok pagi diperkenankan pulang kembali ke tengah masyarakatnya, dikumpulkan oleh Pak Kiai di zawiyyah sebuah masjid.

Seperti biasanya, Pak Kiai bukannya hendak memberi bekal terakhir, melainkan menyodorkan pertanyaan-pertanyaan khusus, yang sebisa mungkin belum usah terdengar dulu oleh para santri lain yang masih belajar di pesantren.

Baca lebih lanjut

Di Zawiyyah Sebuah Masjid (1)


Emha Ainun Nadjib

Oleh Emha Ainun Nadjib

Sesudah shalat malam bersama, beberapa santri yang besok pagi diperkenankan pulang kembali ke tengah masyarakatnya, dikumpulkan oleh Pak Kiai di zawiyyah sebuah masjid.

Seperti biasanya, Pak Kiai bukannya hendak memberi bekal terakhir, melainkan menyodorkan pertanyaan-pertanyaan khusus, yang sebisa mungkin belum usah terdengar dulu oleh para santri lain yang masih belajar di pesantren.

Baca lebih lanjut

Penyelesaian Problematika Kehidupan (2)


(umam3.wordpress.com)

(Dikutip dari http://www.fimadani.com/pengaruh-sabar-dan-shalat-dalam-menyelesaikan-problematika-kehidupan/)

Pelajaran Kelima:

Shalat dalam ayat di atas, bisa berarti do’a. Dengan demikian arti ayat di atas adalah, “Dan mintalah pertolongan (kepada) Allah dengan bersabar dan berdo’a.” Penafsiran ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wata’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ

”Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hati lah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung” (QS. Al-Anfal: 45)

Baca lebih lanjut

Penyelesaian Problematika Kehidupan (1)


(umam3.wordpress.com)

(Dikutip dari http://www.fimadani.com/pengaruh-sabar-dan-shalat-dalam-menyelesaikan-problematika-kehidupan/)

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

”Dan mintalah pertolongan (kepada) Allah dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhhya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang  khusu’ , (yaitu) orang-orang yang menyakini, bahwa mereka akan menemui Robb-nya dan bahwa mereka akan kembali kepad-Nya” (Qs. Al-Baqarah: 45 -46)

Baca lebih lanjut

Akhlak yang Mendorong Cinta


Adab dan Akhlak dalam Kesempurnaan Islam

Oleh Al Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An Nawawi

(maramissetiawan.wordpress.com)

Adab dan akhlak dalam pandangan agama memiliki kedudukan yangg tinggi dan mulia. Juga di hadapan Allah dan Rasul-Nya, bahkan di hadapan seluruh makhluk. Namun banyak orang menggampangkan maasalah ini dan menjadikannya seolah sebagai bagian luar dan jauh dari agama. Sungguh tidak demikian.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

Sesungguhnya kamu berbudi pekerti yang agung.”

Baca lebih lanjut

Katakanlah dengan Ilmu


Mengenal Allah

(al-habib.info)

Oleh Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah an Nawawi

Tak kenal maka tak sayang, demikian bunyi pepatah. Banyak orang mengaku mengenal Allah, tapi mereka tidak cinta kepada Allah. Buktinya, mereka banyak melanggar perintah dan larangan Allah. Sebabnya, ternyata mereka tidak mengenal Allah dengan sebenarnya.

Baca lebih lanjut

Kekayaan Peradaban


Hakikat Tasawuf

Oleh Dr. Yusuf Al-Qardhawi

Dr. Yusuf Al-Qardhawi

Arti tasawuf dalam agama ialah memperdalam ke arah bagian rohaniah, ubudiah, dan perhatiannya tercurah seputar permasalahan itu. Agama-agama di dunia ini banyak sekali yang menganut berbagai macam tasawuf, di antaranya ada sebagian orang India yang amat fakir. Mereka condong menyiksa diri sendiri demi membersihkan jiwa dan meningkatkan amal ibadatnya. Dalam agama Kristen terdapat aliran tasawuf khususnya bagi para pendeta. Di Yunani muncul aliran Ruwagiyin. Di Persia ada aliran yang bernama Mani’; dan di negeri-negeri lainnya banyak aliran ekstrim di bidang rohaniah.

Kemudian Islam datang dengan membawa perimbangan yang paling baik di antara kehidupan rohaniah dan jasmaniah serta penggunaan akal. Maka, insan itu sebagaimana digambarkan oleh agama, yaitu terdiri dari tiga unsur: roh, akal dan jasad. Masing-masing dari tiga unsur itu diberi hak sesuai dengan kebutuhannya.

Baca lebih lanjut

Dizikir Pengingat


Anak-anak yang Diyatimkan

Oleh Emha Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib

Dzu Walayah lenyap dari rumah kediamannya tanpa seorang pun mengerti ke mana ia pergi, terkadang bahkan dalam waktu yang lama sekali. Ia selalu berpamit kepada istrinya dengan kata-kata yang sukar dipahami,"Aku wajib meluangkan waktu untuk menemui saudara-saudaraku dalam sunyi!"

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: