Category: Keluarga


Pornografi dan Kebutaan


Mohammad Fauzy

Oleh Mohammad Fauzy, M.Psi.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ’Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30). Jelas, dengan menahan pandangan, Allah akan memberikan kesehatan pada mata dan kemaluan. Pandangan mata menjadi lebih bersih, tajam, dan fokus.  Kemaluan menjadi terjaga, terbebas dari gangguan-gangguan seksual. Dan, lebih dari itu, Ia memberikan cahaya-Nya. Dia Pemberi cahaya bagi langit dan bumi. Orang yang menahan pandangan akan diliputi Nur Allah. Dengan cara ini, insya Allah, potensi penginderaannya yang lain akan berkembang dan kuat. Tangkapan batin semakin akurat. Orang yang menahan pandangan memiliki ketajaman firasat.

Baca lebih lanjut

Iklan

Ramadhan is the Great Sale


(bhinneka.com)

Oleh Ana Mardiana

Dua hari menjelang Ramadhan tahun lalu, aku menerima sms. Begini bunyinya: “Welcome to Ramadhan Great Sale.  Jangan lewatkan,  Obral Pahala besar-besaran, Diskon dosa s/d 99 % + doorprize Lailatul Qadr Buruan! Hanya 30 hari!”

Sebelum membalasnya, aku teringat perkataan seorang teman tentang kalimat ini, Ramadhan is the Great Sale. Tentunya, bayangan kita menangkap moment Great Sale adalah pesta discount, yang biasanya diadakan seperti saat ulang tahun kota Jakarta lalu. Digelar di mal-mal tertentu, yang biasa menyelenggarakan great sale seperti di Sarinah atau Blok M Mall.

Baca lebih lanjut

Hari Anak: Meluruskan Idola


Ade Humaidi

Oleh Ade Humaidi

Akhir-akhir ini umat Islam, khususnya anak-anak hingga remaja lebih cenderung diarahkan orangtua mereka untuk mengikuti persaingan atau lomba bernyanyi dari pada diajari mengaji Al-Qur’an. Bahkan acara tersebut melibatkan peran orang tua untuk menemani anaknya bernyanyi saat tampil di televisi. Ironisnya, seringkali dijumpai, sang ibu tampil dengan berbusana muslimah, namun sang anak menggunakan pakaian terbuka. Bagaimana fenomena umat Islam semacam ini? Bagaimanakah seharusnya peran orangtua dalam membimbing dan memberikan pendidikan untuk menjalani kehidupan masa depan?

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: