Category: Catatan Perjalanan



Lalu Mara Satria Wangsa

Oleh Lalu Mara Satria Wangsa

Tidak tepat bila dikatakan para cendekiawan muslim di awal-awal perkembangan Islam banyak terlahir di belahan Timur. Sejarah mencatat, tidak sedikit pemikir muslim yang lahir di belahan dunia sebelah Barat. Spanyol salah satunya. Di negeri inilah, yang dulu bernama Andalusia, sempat berdiri kerajaan Islam yang megah dan melahirkan banyak ilmuan. Ibnu Ruysd dan Ibnu Khaldun diantaranya. Kini, di dunia Barat, Ibnu Rusyd yang dikenal sebagai Averos diberi gelar sebagai Guru Kedua setelah Aristoteles dan Ibnu Khaldun dicatat sebagai sosiolog pertama, sebelum August Comte.

Baca lebih lanjut

Iklan

Lalu Mara Satria Wangsa

Oleh Lalu Mara Satria Wangsa

Sekitar 200 km di selatan kota New Delhi, India, terdapat kota kecil sebagai tujuan wisatawan dunia. Kota kecil yang menjadi bagian dari negara bagian Uttar Pradesh ini adalah Agra, tempat berdiri megah bangunan yang menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia, Taj Mahal.

Baca lebih lanjut


Antara Hadits dan Perkembangan China yang Fenomenal

Oleh Lalu Mara Satria Wangsa

Lalu Mara Satria Wangsa

Saya sudah empat kali berkunjung ke Cina, di awali saat mendampingi Ketua Umum Kadin Indonesia (Aburizal Bakrie) pada 1994. Dulu, begitu turun pesawat di Bandara Internasional Bejing, saya melihat di kiri kanan masih terdapat pohon-pohon (sepertinya perkebunan), tapi ketika tahun silam saya kembali berkunjung pepohonan sudah berganti menjadi gedung-gedung tinggi. Luar biasa, memang.

Baca Komentar Marah Sakti Siregar atas tulisan ini.

(Dan baca juga: Menaranya tempat Mencetak Al-Qur’an) Baca lebih lanjut

Masyarakat Melestarikan Adat


Pulau Penyengat yang Memikat

Uki Bayu Sedjati

Oleh Uki Bayu Sedjati

Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia
Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu
(cuplikan Gurindam pasal ke 5)

”Itu pulau Penyengat” Baca lebih lanjut

Memadukan Keindahan dan Keimanan


Masjid Putih Telur

Oleh Uki Bayu Sedjati

Uki Bayu Sedjati

Ke Batam terasa tak lengkap jika belum  mengunjungi masjid kuno di Pulau Penyengat. Dari tepian Tanjung Pinang kita dapat melihat dari jauh sosok bangunan – berwarna kuning keemasan – itu berdiri megah.

Warna kuning tampak dominan. Menurut catatan sejarah pada tahun 1805 di wilayah itu ada kerajaan Riau-Lingga yang kala itu rajanya adalah Sultan Mahmud. Ada yang menyatakan bahwa masjid dengan keindahan arsitektur bergaya India – karena pekerja/tukangnya adalah orang-orang India. Keturunan mereka, Raja Ja’far yang memperlebar bangunan, dan kemudian penggantinya yakni Raja Abdurrahman, Yang Dipertuan Muda Riau VII membangun masjid menjadi megah.

Baca lebih lanjut

Kepunahan Secara Historis


Ka’bah yang Terkucilkan

Oleh Ella – Komala Ahadiati

Ella - Komala Ahadiati

Jika Anda melihat masterplan, Makkah akan menjadi benda kecil dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit yang megah. Dekat Ka’bah ini akan ada mal-mal, hotel-hotel dan pusat perdagangan lainnya. Begitu dekatnya! Jika Anda berada di halaman Masjidil Haram sekarang, Anda akan melihat tiang-tiang pancang yang tinggi mengelilingi masjid ini.

Makkah dan Madinah kini telah menjadi tempat tamasya orang-orang kaya. Bukit-bukit batu yang dahulu dijejaki oleh Rasulullah dan para sahabatnya, dihancurkan untuk pembangunan hotel-hotel bertaraf international. Pembangunan besar-besaran di kota ini luar biasa, tanpa mempertimbangkan kepentingan ummat Islam seluruh dunia terkait sejarah Islam dan faktor penting yang meningkatkan motivasi ibadah. Sekitar 400 sampai 500 situs bersejarah telah punah, bahkan rumah Siti Khadijah kini menjadi blok toilet di Masjidil Haram. Rumah Nabi Muhammad ketika beliau dilahirkan dan rumah Hamzah – pamannya Nabi Muhammad- pun terancam dihancurkan.

Baca lebih lanjut


Kerasnya Hidup di Sebesi

oleh Ella – Komala Ahadiati

Ella Komala Ahadiati

Ella Komala Ahadiati

Sejak lama para pelaut singgah di pulau Sebesi. Kebanyakan mereka adalah pendatang dari Jawa. Atas kebaikan hati ahli waris pulau ini, mereka dibiarkan menetap. Mereka kemudian menanam pohon kelapa untuk penghidupan mereka. Kian lama semakin banyak orang menanam pohon kelapa yang tumbuh subur, sehingga menjadi pulau kelapa yang indah.

Namun masih banyak orang yang belum mengenal, selain namanya. Orang akan bertanya, sebelah mana? Kalau dijawab, ‘pulau tetangganya Krakatau’, barulah manggut-manggut. Tapi bagi mereka yang sudah tahu dan menikmati panoramanya nan indah, pastilah sangat ingin datang kembali ke pulau ini. Kadang orang berkelakar, lagu “Rayuan Pulau Kelapa” mengejawantah di pulau Sebesi.

Baca lebih lanjut

Tetua Adat Saling Jalin Komunikasi


Ambon, Pemangku Adat
yang Kehilangan Bahasa

Oleh Cici A. Ilyas

Kalau sekarang kita ngomong “Ambon”, mungkin yang langsung muncul di kepala adalah rusuh, konflik berbau sara yang menyeramkan. Maka gak heran waktu saya bilang mau ke Ambon, banyak temen yang buka mata lebih lebar. “Hei…, hati-hati!” Paling sedikit ya begitulah pesannya.

Cici A. Ilyas

Lalu sampailah saya di sana. Teman yang sudah lebih dulu saya kontak dari Jakarta menjemput saya. Meski baru kenalan, ternyata dia begitu ramahnya. Sikapnya itu membesarkan hati saya untuk melangkah lebih jauh sesuai niat. Dan faktanya, ternyata orang Ambon sesungguhnya memang ramah. Tidak sedikitpun saya temui kesulitan selama bergaul di sana.
Baca lebih lanjut


Traveling ke Danau Toba

oleh Hari Agustono

foto Istimewa

Danau Toba | foto Istimewa

Sopir taksi di Bandara Polonia Medan menginformasikan untuk ke Danau Toba bisa ditempuh dengan taksi langsung dari Bandara, atau dengan travel, atau dengan bus. Menggunakan taksi langsung dari bandara tentu saja memebutuhkan biaya cukup mahal. Sedangkan menggunakan bus umum meski ongkosnya cuma rp 22 ribu rasanya kurang praktis karena membutuhkan waktu cukup lama sampai di Danau Toba. “Bisa sepuluh jam. Itu termasuk cepat,” kata Hariman Ginting, sopir taksi.Saya minta diantar ke pool travel terbaik. Hariman Ginting rupanya sudah sering mengantar turis asing maupoun domestik dari bandara Polonia ke agen travel langganan. “Setiap mengantar satu penumpang agen travel memberi tips Rp5 ribu. Lumayan ada tambahan,”kata Hariman.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: