Category: Cakrawala


Derajat Manusia dalam Pandangan Islam


(webctfatimah.wordpress.com)

Oleh Nurul Yaqien

Dalam kehidupan ini, banyak fenomena yang menunjukkan Kebesaran, Keagungan dan Kekuasaan Sang Pencipta. Fenomena-fenomena tersebut ditunjukkan oleh adanya penciptaan makhluk yang ada di alam jagad raya ini, dengan berbagai macam bentuk dan karaktreristiknya yang beraneka ragam. Ada makhluk yang dapat tumbuh dan berkembang tetapi ada pula yang tidak dapat tumbuh dan berkembang, seperti batu, tanah, air, udara, dll. Ada makhluk yang dapat di lihat, ada pula yang tidak dapat di lihat. Di sisi lain Allah juga menciptakan makhluk yang dibekali dengan akal saja dan ada pula yang hanya dibekali nafsu, namun manusia lah yang dibekali dengan keduanya.

(Baca juga: “Derajat Seorang Hamba”)

Baca lebih lanjut

Iklan

Ingat Allah dalam Cahaya Psiko-Biologi


Mohammad Fauzy

Oleh Mohammad Fauzy, M.Psi.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, ‘Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini. (Al A’raf:  172).

Baca lebih lanjut

Ramadhan dan Kemerdekaan


(bloggers.com)

Oleh Muhammad Ade Irfan

Bulan Agustus kali ini menjadi sangat istimewa, karena bertepatan dengan bulan Ramadhan. Persis ketika PPKI tahun 1945 menyiapkan kemerdekaan bangsa Indonesia, juga terjadi bulan Ramadhan (Djoened Poesponegoro, Marwati, 1984). Bulan dimana bangsa Indonesia yang mayoritas muslim harus berpuasa dan keberkahan Ramadhan telah menghantarkan tokoh–tokoh bangsa Indonesia saat itu berani mengambil resiko untuk memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia, tanpa harus menunggu perpindahan kekuasaan dari Jepang.

Baca lebih lanjut

Keutamaan dan Tanda Lailatul Qadar


Oleh Syaikh Salim Bin Ied Al Hilaly dan Syaikh Ali Bin Hasan Bin Ali Bin Abdul Hamid

Keutamaannya sangat besar, karena malam ini menyaksikan turunnya Al-Qur’an Al-Karim yang membimbing orang-orang untuk berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkat manusia ke derajat yang mulia dan abadi. Umat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam Lailatul Qadar, akan tetapi mereka bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah.

Baca lebih lanjut

Training Manajemen Syahwat


 

(amikazesasori.blogspot.com)

Oleh Fathuddin Ja’far, MA

Sejak bumi dan langit diciptakan, Allah menetapkan 12 bulan dalam setahun (QS. Attaubah: 36). Itulah perhitungan waktu yang berlaku sepanjang sejarah manusia, sejak Adam hadir ke bumi sampai kiamat terjadi. Satu dari 12 bulan tersebut bernama Ramadhan. Pernahkan kita bertanya dalam diri, “Mengapa di bulan Ramadhan Allah wajibkan kita untuk melaksanakan shaum (menahan diri) selama sebulan penuh, dari terbit fajar sampai tenggelam mata hari serta qiyam (berdiri beribadah) di malam hari?”

Baca lebih lanjut

Menata Waktu di Bulan Ramadhan


(sunniy.wordpress.com)

Hari-hari Ramadhan adalah rentang waktu berlipat pahala yang tidak ada batasnya. Jam-demi jamnya adalah rangkuman kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-hambanya. Menit demi menit adalah hembusan angin surga yang menyejukkan. Detik-demi detiknya adalah kesempatan yang tidak ternilai dalam bentangan umur kita. Karena itu, mengagendakan kegiatan selama Ramadhan menjadi sangat penting. Melalui hari-harinya, dengan amal harus menjadi tekad kita semua. Berikut ini agenda yang bersifat usulan sekaligus nasehat, bagaimana menata waktu-waktu kita di bulan Ramadhan. Baca lebih lanjut

Demokrasi dan Amanah Politik Islam (2)


(dagelanwayang.com)

Oleh Abu Ibrahim

Untuk lebih memahami demokrasi dari segi manfaat dan mudlarat-nya bagi bangsa dan negara, kita perlu mengetahui sejarah tumbuhnya demokrasi dan sekaligus latar belakang dimunculkannya paham tersebut. Sejarah demokrasi bermula dari filsafat Yunani, yang tidak mengenal dan tidak mengakui adanya Tuhan sebagai satu-satunya penguasa, pemilik dan pengatur alam semesta. Tentunya juga tidak mengakui adanya para Rasul, yang diutus Allah Subhanahu wa Ta’ala membawa kitab suci berisi syari’at Allah.

Baca lebih lanjut

Demokrasi dan Amanah Politik Islam (1)


(dagelanwayang.com)

Oleh Abu Ibrahim

Untuk lebih memahami demokrasi dari segi manfaat dan mudlarat-nya bagi bangsa dan negara, kita perlu mengetahui sejarah tumbuhnya demokrasi dan sekaligus latar belakang dimunculkannya paham tersebut. Sejarah demokrasi bermula dari filsafat Yunani, yang tidak mengenal dan tidak mengakui adanya Tuhan sebagai satu-satunya penguasa, pemilik dan pengatur alam semesta. Tentunya juga tidak mengakui adanya para Rasul, yang diutus Allah Subhanahu wa Ta’ala membawa kitab suci berisi syari’at Allah.

Baca lebih lanjut

Emosi Mengubah Bentuk Sel Darah


Kuasa Allah tanpa batas
(miaji.wordpress.com)

Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Felici sebagai pakar EFT, untuk menunjukkan bagaimana kondisi darah manusia di saat normal, sedih, gembira, jatuh cinta dan saat berdoa. Rebecca Marina memberikan kita bukti jelas, keadaan emosi menghasilkan perubahan instan dan dramatis dalam tubuh fisik kita.

Saya Rebecca Marina, terinspirasi untuk melakukan hal ini oleh karya peneliti Jepang, Masaru Emoto, yang memotret kristal air beku dengan dijiwai emosi yang berbeda. Karyanya cukup mengagetkan dan indah dan saya sarankan Anda membaca bukunya, “Pesan Tersembunyi dalam Air.” Anyway, saya mencoba untuk menduplikasi percobaan Mr Emotos tetapi menemukan kristal air meleleh di bawah cahaya panas mikroskop darkfield sebelum kita –Dr Felici dan saya– bisa melihat mereka.

Baca lebih lanjut

Perjuangan yang Tidak Pernah Selesai


Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA

Oleh Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA

Saya ingat Pancasila dan pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, di dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI). Enam puluh tujuh tahun sudah berlalu; dan tetap terkesima ketika membaca pidato Bung Karno dengan gaya oratorik dan lisannya, lengkap dalam bahasa Indonesia, tetapi dibumbui berbagai ungkapan, istilah, dan kosakata asing dan bahasa daerah.

Terasa pidato itu sangat hidup dan membakar semangat memperkuat persatuan dan usaha mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Tidak heran kalau pidato itu mendapat sambutan antusias para anggota BPUPKI, yang sering bertepuk tangan.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: